Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
SLEMAN, SWARAJOMBANG.COM—Insiden tragis yang melibatkan KA Bangunkarta di perlintasan Jalan Raya Piyungan-Prambanan, Sleman, Yogyakarta, kembali menimbulkan keprihatinan soal keselamatan di perlintasan sebidang.
Persitiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00-10.50 WIB, kereta yang sedang melaju bertabrakan dengan satu mobil dan dua motor yang melintas, menyebabkan tujuh orang menjadi korban.
Tiga pengendara motor meninggal dunia di tempat kejadian, sementara empat lainnya—termasuk pasangan suami istri dan dua balita yang berada di mobil—harus dirawat akibat luka-luka.
Kondisi ini memunculkan kembali pertanyaan tentang keamanan palang pintu di perlintasan tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa palang pintu di sisi selatan tidak berfungsi atau tidak tertutup saat kecelakaan terjadi.
Pihak berwenang, termasuk PT KAI dan kepolisian, masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dan memastikan langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan insiden ini dan menyatakan duka cita mendalam bagi keluarga korban.
Mereka berkomitmen untuk mendampingi keluarga korban dan menanggung biaya pengobatan yang diperlukan.
KAI juga menegaskan bahwa semua penumpang KA Bangunkarta dalam kondisi aman dan kereta dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan di jalur selesai.
Kapolres Sleman, Kompol Dede Setiyarto Harsoyo, menambahkan bahwa seluruh pihak terkait berfokus pada pengungkapan penyebab kejadian dan penegakan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan menaati rambu-rambu di perlintasan kereta api demi keselamatan bersama.
Sementara identitas lengkap korban masih dalam proses identifikasi resmi, yang diketahui adalah bahwa seluruh korban meninggal merupakan pengendara motor, dan korban luka-luka terdiri dari pasangan suami istri serta dua balita yang berada di dalam kendaraan roda empat.
Pendampingan keluarga dan proses investigasi terus dilakukan untuk memastikan kejelasan setiap aspek dari kejadian ini.**











