Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
MAGELANG, SWARAJOMBANG.COM – Upaya pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 27 Desember 2025, memasuki hari keempat pada Kamis, 1 Januari 2026.
Tim SAR gabungan terus beroperasi meski cuaca buruk seperti hujan, kabut, dan badai menghambat akses hingga Plawangan.
Syafiq terpisah dari rekannya, Himawan Choidar Bahran, di Pos 9 saat Himawan cedera kaki. Syafiq turun mencari bantuan, sementara Himawan ditemukan selamat di Pos 5 pada 29 Desember 2025 malam dan dievakuasi ke basecamp pada 30 Desember 2025.
Pendakian tektok via jalur Dipajaya Clekatakan, Pemalang, dimulai 27 Desember pukul 23.00 WIB. Tim SAR gabungan melakukan apel dan penerjunan personel hingga Plawangan, dengan fokus di Pos 9, pelawangan, dan titik terakhir korban. Koordinasi intensif dari BPBD Pemalang terus dilakukan.
Pada malam 1 Januari 2026, Gunung Slamet berawan tebal dengan suhu sekitar 20°C, kelembaban 96%, angin ringan dari ESE, cloud cover 100%, dan visibilitas rendah (sekitar 8 km). Cuaca ekstrem ini masih menantang operasi di ketinggian.
Slamet Riyadi (tim SAR) menyatakan bahwa operasi pencarian hingga hari keempat, mengalami kendala hujan, badai, dan angin kencang. Letkol Inf. Muhammad Arif (Dandim 0711/Pemalang): Menekankan operasi kemanusiaan, minta doa masyarakat.
Kronologi
-
27 Desember 2025, 23.00 WIB: Syafiq dan Himawan daftar pendakian tektok di basecamp Clekatakan.
-
28 Desember 2025: Himawan cedera kaki di Pos 9; Syafiq turun cari bantuan, keduanya terpisah.
-
29 Desember 2025 malam: Himawan ditemukan selamat di Pos 5 oleh tim porter, laporkan Syafiq hilang.
-
30 Desember 2025: Himawan dievakuasi; pencarian Syafiq intensif hingga Plawangan.
-
31 Desember 2025: Pencarian lanjut tapi jalur ditutup sementara akibat cuaca ekstrem.
-
1 Januari 2026: Operasi SAR berlangsung, belum ditemukan meski kendala hujan dan kabut.
Hingga kini, Syafiq belum ditemukan. Tim SAR optimis meski tantangan cuaca terus ada. **











