Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Temukan Teknologi Baru, Cina Mampu Ekstraksi Air Laut Jadi Uranium 40 Kali Lebih Cepat

badge-check


					Cina bakal tidak akan kekurangan uranium, karena berhasil menciptakan metode ekstrasi uranium dari air laut 40 kali lebih cepat dibanding metode yang ada sekarang. 
Instagram@interestingengineering Perbesar

Cina bakal tidak akan kekurangan uranium, karena berhasil menciptakan metode ekstrasi uranium dari air laut 40 kali lebih cepat dibanding metode yang ada sekarang. Instagram@interestingengineering

LANZHOU CINA, SWARAJOMBANG.COM- Para peneliti China telah membuat kemajuan yang signifikan dalam ekstraksi uranium dari air laut, mengembangkan teknologi yang meningkatkan efisiensi hingga 40 kali lipat.

Terobosan ini sangat penting karena Tiongkok berupaya memperluas kemampuan energi nuklirnya di tengah meningkatnya permintaan domestik akan uranium.

Para peneliti dari Pusat Sains Perbatasan untuk Isotop Langka Universitas Lanzhou telah menciptakan teknologi yang menggandakan kapasitas adsorpsi uranium.

Inovasi ini meningkatkan efisiensi pemisahan uranium dari vanadium, yang merupakan pesaing berat dalam air laut karena sifat kimianya yang mirip.

Metode baru ini dilaporkan meningkatkan proses ekstraksi secara keseluruhan hingga 40 kali lipat dibandingkan dengan teknik sebelumnya.

Ekstraksi uranium dari air laut dianggap lebih ramah lingkungan daripada metode penambangan tradisional. Dengan lautan yang diperkirakan mengandung sekitar 4,5 miliar ton uranium, metode ini dapat menjadi sumber bahan bakar jangka panjang yang berkelanjutan untuk tenaga nuklir, sehingga mengurangi kekhawatiran akan penipisan uranium di daratan.

Bahan adsorben baru, yang dikembangkan dengan menggunakan natrium alginat dan untaian DNA fungsional, tidak hanya hemat biaya tetapi juga menunjukkan selektivitas tinggi untuk ion uranyl (UO₂²⁺), yang sangat penting untuk ekstraksi uranium. Bahan ini dirancang agar ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, sehingga cocok untuk aplikasi skala besar.

Karena Cina telah meningkatkan pembangunan reaktor nuklirnya – saat ini memimpin dunia dengan 27 reaktor yang sedang dibangun – kemampuan untuk mengekstrak uranium dari air laut secara efisien sejalan dengan tujuan energi strategisnya.

Negara ini mengimpor 13.000 ton uranium alam pada tahun 2024 sementara hanya memproduksi sekitar 1.700 ton di dalam negeri, sehingga menyoroti kebutuhan akan sumber alternatif seperti air laut.

Kemajuan ini tidak hanya mendukung ambisi nuklir Tiongkok tetapi juga memposisikannya sebagai pemimpin potensial dalam praktik energi berkelanjutan melalui teknologi ekstraksi sumber daya yang inovatif.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Darkweb Pecahkan Surat dari Iblis yang Ditulis Biarawati Abad ke-17

18 Maret 2026 - 21:05 WIB

Daftar Tokoh Iran yang Dikaitkan dengan Hadiah 10 Juta Dolar

14 Maret 2026 - 20:59 WIB

China Sukses Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia

2 Maret 2026 - 16:04 WIB

Gubernur Korea Selatan Dikecam Usai Usul Impor Perawan Vietnam

9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Dibawa ke Markas DEA, Maduro: Good Night, Happy New Year!

4 Januari 2026 - 12:38 WIB

Tujuh Ledakan Besar di Caracas, Venezuela Tuduh Serangan AS

3 Januari 2026 - 16:13 WIB

Ukraina Bantah Menyerang Rusia Menggunakan 91 Drone

31 Desember 2025 - 15:09 WIB

Ramalan Keberuntungan 2026 sesuai Weton Jawa menurut Primbon

27 Desember 2025 - 17:38 WIB

Pengakuan MUA Dea Lipa Sejak Kecil Jadi Korban Bully, Nama Asli Deni Apriadi Penyandang Disabilitas

17 Desember 2025 - 11:18 WIB

Trending di Uncategorized