Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Pengakuan MUA Dea Lipa Sejak Kecil Jadi Korban Bully, Nama Asli Deni Apriadi Penyandang Disabilitas

badge-check


					Dea Lipa adalah nama julukkan bagi Deni Rahman, punya profesi sebagai make up artis (MUA). Tak tahan menghadapi hujatan, akhirnya muncul konferensi pers membuat pengakuan. Foto: Instagram@iNews Perbesar

Dea Lipa adalah nama julukkan bagi Deni Rahman, punya profesi sebagai make up artis (MUA). Tak tahan menghadapi hujatan, akhirnya muncul konferensi pers membuat pengakuan. Foto: Instagram@iNews

Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LOMBOK – Sosok yang dijuluki ‘Sister Hong Lombok’ akhirnya muncul dan mengungkap jati dirinya. Ia adalah Deni Apriadi Rahman, pria berusia 23 tahun asal Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB. Profesi utamanya sebagai makeup artist (MUA) dengan nama panggung Dea Lipa.

Deni lahir dari keluarga broken home. Orang tuanya bercerai saat ia masih balita dan merantau sebagai tenaga migran, sehingga ia dibesarkan oleh nenek dan bibi dari pihak ibu dalam kondisi ekonomi terbatas.

Ia menyandang disabilitas pendengaran sejak kecil, yang memburuk akibat kecelakaan pada usia 10 tahun. Hanya tamat SD karena keterbatasan tersebut, Deni belajar makeup secara otodidak lewat media sosial.

Ia menjadi MUA pengantin profesional di Lombok, sering tampil feminin dengan jilbab sebagai ekspresi kekaguman terhadap kelembutan muslimah—bukan untuk menipu. Ia tinggal di lingkungan mayoritas perempuan, yang memengaruhi minatnya pada kecantikan. Deni beragama Islam dan sejak kecil sering mengalami perundungan.

Pada 6 November 2025, akun Facebook @Diana_Arkayanti mengunggah foto Deni yang tampil feminin berhijab. Unggahan itu langsung viral di Facebook, Instagram, dan TikTok, memicu spekulasi liar: tuduhan penista agama, sodomi, berada di shaf wanita masjid, hingga julukan ‘Sister Hong Lombok’.

Deni mengaku tak mengenal pemilik akun tersebut. Ribuan komentar hinaan, ancaman, dan teror DM membanjiri akunnya, menyebabkan tekanan mental berat, pikiran bunuh diri, serta pembatalan order MUA yang merugikan dirinya dan tim.

Konferensi Pers

Pada 14-15 November 2025, Deni menggelar konferensi pers di Mataram, didampingi keluarga dan Solidaritas Kemanusiaan. Sambil menangis, ia membantah semua tuduhan.

“Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai kenyataan. Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat menipu atau melecehkan siapa pun,” ujarnya.

Ia menegaskan menghormati rumah ibadah, tata cara ibadah, dan adat agama—tak pernah memakai mukenah masuk masjid atau beribadah di shaf wanita.

Deni ungkap tekanan mental dan fisiknya: “Saya sangat terpukul. Bahkan beberapa kali sempat kehilangan kendali dan mengalami pikiran-pikiran berbahaya terhadap diri saya.” Keluarganya meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Kasus ini memicu kontroversi mirip ‘Sister Hong’ sebelumnya, membahas isu identitas, ekspresi diri, dan tekanan sosial di Lombok. Deni berjanji berhenti memakai hijab agar bisa kembali bekerja sebagai MUA untuk menopang hidup.

Ia menutup dengan pesan: “Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran. Ada cara lebih baik dan bijak untuk mengingatkan atau menegur seseorang, bukan dengan fitnah, cacian, dan penghakiman di ruang publik.” **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Trump Tuding Paus Leo XIV Terlalu Liberal dan Lemah

13 April 2026 - 17:27 WIB

Saat Mengitari Sisi Jauh Bulan, Artemis II akan Hilang Kontak dengan Bumi 

4 April 2026 - 20:22 WIB

Darkweb Pecahkan Surat dari Iblis yang Ditulis Biarawati Abad ke-17

18 Maret 2026 - 21:05 WIB

Daftar Tokoh Iran yang Dikaitkan dengan Hadiah 10 Juta Dolar

14 Maret 2026 - 20:59 WIB

China Sukses Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia

2 Maret 2026 - 16:04 WIB

Gubernur Korea Selatan Dikecam Usai Usul Impor Perawan Vietnam

9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Dibawa ke Markas DEA, Maduro: Good Night, Happy New Year!

4 Januari 2026 - 12:38 WIB

Tujuh Ledakan Besar di Caracas, Venezuela Tuduh Serangan AS

3 Januari 2026 - 16:13 WIB

Ukraina Bantah Menyerang Rusia Menggunakan 91 Drone

31 Desember 2025 - 15:09 WIB

Trending di News