Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
SUKOHARJO, SWARAJOMBANG.COM– Sabtu pagi, sekitar pukul 06.45 WIB, sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Begajah, Kecamatan Sukoharjo.
Sebuah mobil Toyota Rush putih yang dikendarai oleh pasangan suami istri asal Dusun Bakalan mengalami tabrakan dengan kereta api Batara Kresna yang melintas dari arah utara ke selatan.
Sayangnya, perlintasan tersebut tidak dilengkapi palang pintu dan saat kejadian tidak ada relawan atau penjaga yang mengatur lalu lintas.
Hal ini menyebabkan risiko tinggi bagi pengendara yang melintas, salah satunya pasangan pengemudi mobil ini, yang meski sudah membunyikan klakson peringatan, tetap tidak menghindari tabrakan. Mobil terpental sejauh enam meter akibat hantaman di bagian belakang.
Kedua korban, Asril Nurdin dan Sumarni, selamat dalam kondisi sadar dan hanya mengalami luka ringan. Mereka segera mendapatkan pertolongan dari warga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo.
Kecelakaan ini menegaskan betapa pentingnya keberadaan pengawasan dan perangkat keselamatan di titik perlintasan rel yang tidak berpintu. Seringkali keberadaan relawan warga menjadi pengaman sementara, namun ketidakhadiran mereka dalam insiden ini membuat situasi jadi berbahaya dan nyaris fatal.
Pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan mencari langkah preventif agar kecelakaan serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Kereta Batara Kresna sempat berhenti untuk pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan, menunjukkan koordinasi yang diperlukan antara transportasi kereta dan kendaraan jalan raya di wilayah ini. **











