Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Tambah 30 Rangkaian Gerbong, Dirut KAI Minta Anggaran Rp 4,8 T Presiden Prabowo Malah Memberi Rp 5 Triliun

badge-check


					Dirut KAI, Bobby Rasyidin menjelaskan tentang program pengembangan layanan penumpang KRL Commuter Jabodetabek, butuh tambahan 30 rangkaiaj gerbong baru. Ia minta anggaran Rp 4.8 triloiun, akan tetapi Prabowo menggenapi hingga Rp 5 triliun. Foto: Instagram@kantorstafpresienri Perbesar

Dirut KAI, Bobby Rasyidin menjelaskan tentang program pengembangan layanan penumpang KRL Commuter Jabodetabek, butuh tambahan 30 rangkaiaj gerbong baru. Ia minta anggaran Rp 4.8 triloiun, akan tetapi Prabowo menggenapi hingga Rp 5 triliun. Foto: Instagram@kantorstafpresienri

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, pada Selasa, 4 November 2025, menyampaikan permohonan anggaran Rp 4,8 triliun kepada Presiden Prabowo Subianto. Dana ini ditujukan untuk pengadaan 30 rangkaian gerbong baru KRL Commuter Line, upaya strategis memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Jabodetabek.

Presiden Prabowo merespon dengan persetujuan dan alokasi anggaran lebih besar, Rp 5 triliun, sebagai wujud dukungan pemerintah dalam memperluas dan memperbarui infrastruktur KRL.

Targetnya, seluruh pengadaan dapat selesai dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, demi menunjang kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat Jabodetabek secara signifikan.

Pengembangan KRL ini menegaskan posisi kendaraan umum sebagai tulang punggung transportasi urban metropolitan, menghubungkan kawasan padat penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dengan rute utama yang meliputi Bogor–Jakarta Kota–Bekasi dan Serpong–Tanah Abang, KRL kini menjadi sarana vital bagi jutaan penumpang setiap harinya.

Rencana pengembangan ini muncul berdasarkan proyeksi tren kenaikan pengguna dari 331,8 juta menjadi lebih dari 417 juta pada tahun 2029, menuntut kapasitas dan kualitas sistem transportasi yang lebih baik dan andal.

PT KAI terus memaksimalkan kajian teknis, strategi pengadaan, serta kesiapan operasional agar pengembangan layanan dapat berlangsung cepat dan efektif. S

elain penambahan rangkaian kereta, KAI berupaya menambah frekuensi perjalanan dan mereduksi kepadatan pada jam sibuk, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menjadikan keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama dalam pengembangan commuter line.

Langkah besar ini diharapkan memperbaiki kualitas hidup warga Jabodetabek dengan transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kecelakaan KA di Bekasi Korban Jiwa Naik 15 Orang 88 Lukaluka, Dedi Mulyadi: Santunan Korban Meninggal Rp50 Juta/ Jiwa

28 April 2026 - 17:23 WIB

163 Gerai KDMP Jombang Sudah Rampung 100 %, Hari Purnomo: Masalah Utama Ketersediaan Lahan

28 April 2026 - 16:11 WIB

Korban Bertambah Jadi 14 Orang Tewas 84 Lukaluka Kecelakaan KA di Bekasi

28 April 2026 - 14:52 WIB

7 Orang Tewas 29 Luka luka, Akibat Kecelakaan Segi Tiga Argo Bromo, KRL dan Taksi Listrik di Bekasi

28 April 2026 - 10:22 WIB

Jombang Raih Peringkat IV Nasional Penyelengaraan Administrasi Pemda Terbaik

28 April 2026 - 08:33 WIB

Minyak Goreng Melambung hingga Rp60.000/Liter di Papua, Meluas ke 224 Wilayah Nasional

27 April 2026 - 19:05 WIB

Ujicoba B50 untuk Diesel Lokomotif KAI Lempuyangan – Yogyakarta, Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun/ Tahun

27 April 2026 - 18:40 WIB

Kementrian ESDM uji coba BBM B50, pafa mesin diesel KAI . Jika uji coba ini sukses maka RI bisa beremat devisa hingga Rp 157 triliun/ tahun. Foto: Liputan6

Gapero Surabaya Peringatkan Risiko PHK Akibat Regulasi Rokok Baru

27 April 2026 - 16:10 WIB

Siswa SLB Dilibatkan Dalam Dimulasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Jombang Peringati HKB 2026

27 April 2026 - 16:06 WIB

Trending di Headline