Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Di balik antusiasme peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pulorejo pada 8 November 2025, tersimpan tantangan besar dalam upaya memperbaiki kualitas gizi di wilayah Kecamatan Ngoro.
Jumlah SPPG yang tersedia saat ini jauh dari target pemerintah daerah yang menetapkan 174 unit SPPG di Kabupaten Jombang, namun dari jumlah itu baru 16 unit SPPG yang benar-benar beroperasi di wilayah Jombang.
Keberadaan SPPG di Kecamatan Ngoro, termasuk yang ada di Pulorejo, memiliki peran strategis dalam mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah maupun masyarakat luas. Namun, fakta bahwa hanya 16 SPPG yang beroperasi hingga kini menggambarkan urgensi percepatan pembangunan fasilitas serupa agar cakupan dan dampak program ini dapat meluas.
Peresmian SPPG Pulorejo bertepatan dengan kegiatan sosial berskala luas, seperti khitan massal dan santunan anak, yang memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di kalangan warga.
Kehadiran Forkopimcam Kecamatan Ngoro dalam acara tersebut juga menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah dalam memastikan layanan gizi terpadu berjalan optimal.
Meski diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan sosial dan ekonomi, SPPG bukan sekadar fasilitas baru, melainkan representasi komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sehat.
Langkah ini menjadi bagian penting dari visi Ngoro untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menunjang kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan nasional.
Dengan melihat capaian saat ini, masih banyak pekerjaan rumah bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi SPPG sesuai target. Keberhasilan program ini sangat menentukan masa depan generasi muda di Jombang dan menjadi cermin efektivitas sinergi antara pemerintah, komunitas, dan institusi terkait.**











