Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
UNI EMIRAT ARAB, SWARAJOMBANG.COM – Miliarder terkemuka Uni Emirat Arab (UEA), Khalaf Ahmad Al Habtoor, menerbitkan surat terbuka kepada Presiden AS Donald Trump yang mengecam keputusan serangan militer AS terhadap Iran.
Surat tersebut diposting di akun X resmi Al Habtoor (@KhalafAlHabtoor) pada 5-7 Maret 2026.
Dalam suratnya, Al Habtoor bertanya langsung, “Siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret kawasan kami ke dalam perang dengan Iran? Atas dasar apa Anda membuat keputusan berbahaya ini?”
Ia juga mempertanyakan apakah keputusan itu murni dari Trump atau dipengaruhi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Al Habtoor menyoroti bahwa serangan tersebut menempatkan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Arab di tengah risiko konflik yang tidak mereka inginkan.
“Syukurlah, kami kuat dan mampu membela diri dengan militer serta keamanan kami sendiri, tetapi siapa yang beri Anda izin mengubah wilayah kami menjadi medan perang?” tulisnya.
Ia mengkritik inisiatif “Board of Peace” yang didanai negara-negara Teluk untuk stabilitas kawasan.
“Tinta pengumuman itu belum kering, kini kami hadapi ancaman militer besar. Ke mana perginya inisiatif dan dana yang kami berikan?” tanya Al Habtoor.
Al Habtoor menambahkan bahwa Trump berjanji tidak berperang, namun telah melakukan operasi di tujuh negara termasuk Somalia, Irak, Yaman, Nigeria, Suriah, Iran, dan Venezuela.
“Anda janjikan perdamaian bagi rakyat Amerika, tapi pajak mereka kini dipakai untuk perang,” ujarnya.
Khalaf Ahmad Al Habtoor merupakan pendiri Al Habtoor Group, konglomerat besar di Dubai yang bergerak di bidang hotel, real estat, dan otomotif.
Surat terbuka ini memicu perhatian luas di media kawasan Teluk terkait eskalasi ketegangan AS-Iran.**











