Menu

Mode Gelap

Traveling

Sudah Dibuka Lagi, Pendakian Semeru Sampai Ranu Kumbolo

badge-check


					Ranu Kumbolo Perbesar

Ranu Kumbolo

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

MALANG, SWARAJOMBANG.COM-Jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali mulai Jumat (24/4/2026) setelah sempat ditutup pascaerupsi pada November 2025. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Kebijakan tersebut ditetapkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) setelah melalui evaluasi menyeluruh dan koordinasi lintas sektor.

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan pembukaan kembali jalur pendakian dilakukan dengan sejumlah pembatasan.

“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (25/4/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, pendaki saat ini hanya diperbolehkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melindungi ekosistem kawasan konservasi.

Pembukaan jalur pendakian ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi para pendaki, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata diharapkan mampu menggerakkan sektor transportasi, jasa pemandu, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Meski demikian, pengelola menekankan pentingnya kedisiplinan pendaki dalam menerapkan prinsip keselamatan dan menjaga lingkungan.

“Pendaki diimbau mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan perjalanan, termasuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, melakukan pendaftaran resmi, serta memantau informasi cuaca dan status gunung,” kata Rudijanta.

Selain itu, penggunaan perlengkapan standar seperti jaket hangat, sepatu gunung, tenda, dan logistik yang memadai menjadi hal yang wajib dipenuhi.

Selama pendakian, pengunjung diingatkan untuk tetap berada di jalur resmi, tidak melakukan perjalanan seorang diri, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun.

“Pengelola juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak merusak vegetasi serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian,” tuturnya.

Dalam kondisi darurat, pendaki diminta segera berkoordinasi dengan petugas di pos terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

BBTNBTS juga memberikan kemudahan bagi pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket sebelum penutupan, melalui kebijakan penjadwalan ulang.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Sebulan 12 Kali Kecelakaan, Tikungan Alas Petung Bojonegoro Jadi Jalur Horor

10 April 2026 - 22:16 WIB

Arus Mudik dan Balik 2026, Kemenhub Terapkan Sistem Satu Arah

5 Maret 2026 - 15:00 WIB

Penerbangan ke Timur Tengah Stop, Akibat Perang

28 Februari 2026 - 21:25 WIB

Roti Paun Teman Jalan-jalan di Timor Leste

7 Februari 2026 - 17:45 WIB

KAI Pastikan Ketersediaan Tiket untuk Libur Imlek 2026

5 Februari 2026 - 19:25 WIB

Ayo! Main Jetski dan Susur Sungai Ngotok di Taman Bahari Mojopahit

10 Januari 2026 - 15:08 WIB

Malam Tahun Baru di Jogja, Malioboro Ditutup untuk Kendaraan Mulai Sore

31 Desember 2025 - 05:47 WIB

Nenek 77 Tahun Tewas Lima Orang Luka Serius, Tabrakan Beruntun 57 Kendaraan di Tol Kan-etsu

27 Desember 2025 - 17:26 WIB

Trending di News