Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Strategi Hub-to-Network: Bagaimana Jet Kecil Scoot Mengubah Peta Ekonomi Bilateral RI-Singapura

badge-check


					Maskapai Scoot Perbesar

Maskapai Scoot

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Hubungan ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan Singapura memasuki babak baru. Sebagai tindak lanjut nyata dari pertemuan Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Jakarta, konektivitas udara kedua negara kini resmi meluas ke 17 destinasi langsung di Indonesia.

Langkah agresif yang dimotori oleh maskapai penerbangan, termasuk ekspansi rute baru Scoot menggunakan armada jet regional Embraer E190-E2 ke kota-kota seperti Pontianak, Belitung, Padang, dan Labuan Bajo, tidak hanya memangkas waktu tempuh bagi pelancong tetapi juga membawa arti ekonomi yang mendalam bagi kedua negara.

Bagi Indonesia, penambahan rute ini menjadi katalis penting bagi strategi pemerataan ekonomi dan desentralisasi pariwisata (beyond Bali and Jakarta). Wisatawan mancanegara kini dapat langsung terbang dari Bandara Changi ke wilayah sekunder tanpa perlu melakukan transit di Bandara Soekarno-Hatta yang padat.

Dampak ekonominya pun langsung dirasakan oleh sektor riil daerah. Sebagai contoh, sejak rute langsung dibuka, jaringan perhotelan lokal di Pontianak dan Padang mencatat lonjakan tamu asal Singapura yang sangat signifikan.

Pergerakan ini membawa aliran devisa langsung ke kantong-kantong pelaku UMKM, industri kuliner, sektor perhotelan, hingga penyedia jasa wisata lokal di luar Pulau Jawa.

Selain pariwisata, konektivitas yang efisien juga mempermudah para investor untuk meninjau proyek potensial regional, terutama di sektor komoditas dan energi hijau.

Penguatan Posisi Singapura sebagai Hub Global
Di sisi lain, ekspansi jaringan ke kota-kota sekunder Indonesia mempertegas status Singapura sebagai pintu gerbang utama (global hub) menuju Asia Tenggara.

Dengan mengamankan akses langsung ke berbagai destinasi eksotis dan pusat pertumbuhan baru di Indonesia, Bandara Changi dan maskapai afiliasinya dapat terus menarik trafik penumpang jarak jauh (long-haul) dari benua Eropa dan Amerika.

Peningkatan rute ini juga dipandang strategis bagi sektor pendidikan tinggi dan pertukaran profesional kedua negara. Mobilitas yang lebih lancar mempermudah kolaborasi riset, program magang, serta kerja sama antara politeknik atau universitas di Singapura dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di berbagai daerah Indonesia.

Perspektif dari Singapura
Melihat dampak positif ini, pengamat ekonomi dan pakar regional dari Singapura memberikan pandangan mereka mengenai signifikansi jangka panjang dari perluasan konektivitas ini.

“Hubungan kemitraan pendidikan dan ekonomi antara Singapura dan Indonesia sejatinya sudah meluas melampaui pertukaran tradisional di Pulau Jawa, seperti program pembelajaran bersama yang dijalankan politeknik Singapura di Batam karena kedekatan geografisnya.

Dengan adanya konektivitas udara langsung yang lebih baik ke 17 destinasi saat ini, pertukaran dengan wilayah-wilayah yang lebih jauh di Nusantara menjadi jauh lebih mudah. Hal ini berpotensi membawa keragaman dan representasi ekonomi serta budaya yang lebih kaya dari berbagai belahan Indonesia ke dalam radar bisnis serta akademik di Singapura,” demikian kata Julia Lau, Principal Fellow dan Koordinator Program Studi Indonesia di ISEAS – Yusof Ishak Institute, Singapura.****

Ekspansi rute penerbangan ini membuktikan bahwa hubungan bilateral kedua negara tidak lagi bersifat hub-to-hub (Jakarta–Singapura) semata, melainkan telah berevolusi menjadi kemitraan jaringan (network partnership) yang menyebarkan kemakmuran ekonomi langsung hingga ke pelosok daerah.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polrestabes Surabaya Tangkap Tiga Anggota DPRD karena Narkoba

30 September 2026 - 19:24 WIB

Ratusan Sopir dan Truk Ancam Menginap di Kantor Gubernur dan Pertamina Surabaya, Belum ada Respon dari Pejabat

30 September 2026 - 19:17 WIB

Usai Putusan MK, YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak

30 September 2026 - 19:03 WIB

Mengapa Kompas Buatan Bangsa Tiongkok 241 SM, Menunjuk ke Arah Selatan?

30 September 2026 - 18:28 WIB

Tiga Petugas Damkar Pangkep Gugur dan Empat Luka Berat, Laka Tunggal Saat Berangkat ke Lokasi Karhutla

30 September 2026 - 16:57 WIB

Gempa Magnetudo 4.5 Guncang Aceh Barat Daya, tidak Terjadi Tsunami

30 September 2026 - 16:11 WIB

SAR Temukan Jasad Surono Korban Virgo 8, Dimakamkan di Diwek Jombang

30 September 2026 - 15:45 WIB

Aksi Demo Ratusan Sopir Truk Jalur Frontage Yani Surabaya Lumpuh Total, Tuntut Hapus Barcode Solar

30 September 2026 - 14:46 WIB

Hadapi Petugas Pajak, Ipda Purnomo ‘Belajar Baik’ Rela Matikan Tombol Pendapatan Iklan Youtube

30 September 2026 - 09:19 WIB

Trending di Nasional