Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Setahun Butuh 500 Juta Butir Kalapa, China Bangun Pabrik Pengolahan di Morowali Rp 1,6 Triliun

badge-check


					Perushaan China bekerja sama dengan Danatara mengucurkan dana Rp 1,6 triliun untuk membangun pabrik pegolahan buah kalapa, dengan kebutuhan pasokan sekitar 500 juta butir/ tahun di Mowowali, Sulawesi Tengha. Foto: bloombergtechnoz.com Perbesar

Perushaan China bekerja sama dengan Danatara mengucurkan dana Rp 1,6 triliun untuk membangun pabrik pegolahan buah kalapa, dengan kebutuhan pasokan sekitar 500 juta butir/ tahun di Mowowali, Sulawesi Tengha. Foto: bloombergtechnoz.com

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani    |     Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Perusahaan pemgolahan turunan kelapa terbesar di Tiongkok,  Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd., mengkucurkan investasi US$100 juta (Rp1,6 triliun) untukmembangun pabrik pengolahan kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah.

Pabrik ini dibangun atas kerja sama dengan konsorsium Indonesia-China termasuk Danantara. Proyek ini dipimpin Menteri Investasi Rosan Roeslani melalui BKPM setelah “jemput bola” ke China, menarget rampung pertengahan 2026 dengan tahap pertama akhir 2025.​

Pabrik akan menyerap 500 juta butir kelapa per tahun dari petani lokal, ciptakan 10.000 lapangan kerja, dan tingkatkan harga kelapa domestik dengan hilirisasi agar tidak diekspor mentah ke China. Sebelumnya, kelapa Indonesia diolah di China; kini basis produksi dipindah untuk efisiensi logistik dan nilai tambah ekonomi.​

Produksi kelapa nasional Indonesia 2024 mencapai 2,82 juta ton (angka sementara), setara sekitar 33-37 miliar butir kelapa utuh per tahun (asumsi 1 ton ≈ 11.700-13.000 butir berdasarkan rata-rata 1 butir 80-90 gram daging kelapa). Kebutuhan pabrik Zhejiang FreeNow di Morowali hanya 500 juta butir/tahun (1,5-2% dari total nasional), sehingga sangat feasible dan hanya menyerap sebagian kecil pasokan dari Sulawesi Tengah serta provinsi sekitar.

Produksi kelapa Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,86 juta ton, naik dari 2,82 juta ton pada 2024 (angka sementara). Proyeksi ini dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, dengan kontribusi utama dari perkebunan rakyat, besar negara, dan swasta, didominasi Provinsi Riau (11,74% kelapa dalam, 74,21% kelapa hibrida).​

  • Kelapa dalam: Mayoritas dari Riau dan provinsi lain selama lima tahun terakhir.​

  • Kelapa hibrida: Didominasi Riau hingga 74,21% nasional.​

  • Proyeksi lanjutan: Naik rata-rata 0,38% per tahun hingga 2,87 juta ton pada 2028, meski fluktuatif.​

Data ini mendukung hilirisasi seperti pabrik Morowali (500 juta butir/tahun), di tengah ekspor kelapa bulat melonjak 143,9% ke China (US$208,2 juta Jan-Okt 2025), yang menekan pasokan domestik. Luas lahan perkebunan sekitar 3,34 juta hektare, 98,95% dikelola rakyat.​

Investasi ini bagian dari hilirisasi perkebunan selain mineral, dengan realisasi Januari-September 2025 Rp431,4 triliun (naik 58,1 persen YoY), mendukung Asta Cita pemerintahan Prabowo. Pembangunan bertahap tiga fase di kawasan IMIP Morowali, tingkatkan kesejahteraan petani dan industri padat karya.​

Pabrik hilirisasi kelapa Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd. di Morowali akan menghasilkan santan kelapa (varian baru dan tanpa gula), air kelapa (termasuk Nam Hom dan beku), jelly kelapa, krim kocok kelapa, serta barista kelapa untuk latte bebas gula. Produk lain mencakup olahan sabut kelapa untuk furniture dan mobil mewah, serta potensi susu gandum berbasis kelapa, dengan kapasitas 500 juta butir kelapa per tahun.​

Proyek ini mengintegrasikan rantai pasok dari petani lokal Sulawesi Tengah, ciptakan 10.000 lapangan kerja, dan ekspor ke Amerika serta Eropa mengikuti tren plant-based. Tahap pertama rampung akhir 2025, fokus hilirisasi untuk tingkatkan nilai kelapa domestik.​

Dikerjasamakan dengan konsorsium Indonesia-China seperti Danantara, investasi US$100 juta ini bagian strategi BKPM untuk perkebunan non-mineral. FreeNow, pemimpin global sejak 2015 di Guangdong, terapkan proses ramah lingkungan.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi, Komdigi dan Praktisi Talkshow ‘Jangan Asal Viral’ Peluncuran Media APPI di Surabaya

26 September 2026 - 23:07 WIB

Lima Kebohongan Kalapas Cibinong Saat Disidak Ombudsman dan Inspektur Jenderal Imipas

26 September 2026 - 22:12 WIB

Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong, Pasca Sidak Ombudsman

26 September 2026 - 18:40 WIB

Yusril Dorong Ombudsman Buka seluruh Temuan dan Izinkan Jurnalis Masuk LP CIbinong

26 September 2026 - 17:56 WIB

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

Trending di Nasional