Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Selamatkan TN Tesso Nilo di Riau: Ribuan Sawit 635 Ha Diganti 74.000 Pohon Penghijauan

badge-check


					Alat berat sudah mulai melakukan pencabutan pohon sawit ilegal yang tumbuh di atas alahan 633 hektar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Diatas lahan itu telah disiapkan 74.000 pohon pengganti sawit. Foto: Instagram@ssc_riau Perbesar

Alat berat sudah mulai melakukan pencabutan pohon sawit ilegal yang tumbuh di atas alahan 633 hektar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Diatas lahan itu telah disiapkan 74.000 pohon pengganti sawit. Foto: Instagram@ssc_riau

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

PELALAWAN, SWARAJOMBANG.COM – Desa Bagan Limau seluas 635,83 hektar di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, resmi kembali ke negara melalui relokasi damai 228 kepala keluarga (KK).

Kawasan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk perkebunan sawit ilegal kini dipulihkan demi pelestarian ekosistem hutan lindung, rumah bagi flora-fauna endemik seperti Gajah Sumatra.

Proses relokasi ini dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (@rajaantoni) dan Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto (@s.f.hariyanto), menargetkan penataan total 2.569 hektar TNTN.

Warga Desa Bagan Limau, yang bermukim sejak awal 2000-an, mendapat solusi berkelanjutan tanpa penggusuran paksa. Kajian Pusat Kajian Hutan (PKH) LHK memperingatkan: tanpa penanganan cepat, TNTN berisiko punah paling lambat 2027 akibat deforestasi dan konflik lahan.

Langkah ini jadi model penyelesaian konflik hutan secara adil di Indonesia, meski tantangan relokasi warga lain di TNTN masih menanti.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengalokasikan 74.000 bibit pohon untuk pemulihan, terdiri dari:

  • 30.000 mahoni

  • 15.000 trembesi

  • 15.000 sengon

  • 9.000 jengkol

  • 5.000 kaliandara (spesies khas hutan Riau)

Kronologi Relokasi Humanis
  • Awal Desember 2025: Warga menyatakan kesediaan relokasi setelah dialog intensif dengan pemerintah daerah dan pusat. Mereka menukar lahan sawit ilegal di TNTN dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) legal di luar kawasan, lengkap dengan sertifikat hak.

  • 18 Desember 2025: Verifikasi administrasi selesai di Sekretariat Tim Percepatan Pemulihan Ekosistem TNTN.

  • 20 Desember 2025: Kegiatan simbolis penumbangan sawit pertama dan penanaman pohon dipimpin Menhut Raja Antoni, dihadiri Plt Gubernur Riau, Kapolda Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, serta pejabat terkait. Menhut menekankan ini sebagai “win-win solution” untuk rekonsiliasi, bukan konflik.

  • 21-22 Desember 2025: Pengumuman resmi relokasi tahap 1 sebagai percontohan humanis. Warga yang menetap sejak 2000-an kini mengelola lahan baru secara legal. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong, Pasca Sidak Ombudsman

26 September 2026 - 18:40 WIB

Yusril Dorong Ombudsman Buka seluruh Temuan dan Izinkan Jurnalis Masuk LP CIbinong

26 September 2026 - 17:56 WIB

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Trending di Nasional