Menu

Mode Gelap

Nasional

Selama Puasa Jam Belajar SD dan SMP Jombang Dipersingkat, Diisi dengan Pesantren Kilat

badge-check


					Suasana belajar di sebuah SMP di Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Suasana belajar di sebuah SMP di Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

 JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Siswa SD dan SMP di Kabupaten Jombang! Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, jam pelajaran akan dipersingkat demi kenyamanan dalam beribadah puasa.

Awal puasa siswa libur  pada 18-20 Februari 2026, siswa akan kembali ke sekolah pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026 dengan jadwal yang lebih fleksibel.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, sebagai upaya menjaga kegiatan belajar mengajar tetap efektif selama bulan Ramadan.

Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini bertujuan agar siswa tetap dapat belajar dengan nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah puasa.

“Selama Ramadan, kegiatan pembelajaran tetap berjalan, namun menggunakan jadwal khusus agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” kata Wor, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan, durasi waktu belajar akan disesuaikan. “Untuk jenjang SD, satu jam pelajaran dipersingkat menjadi 25 menit. Untuk jenjang SMP, setiap jam pelajaran menjadi 30 menit,” paparnya.

Penyesuaian ini diharapkan dapat mengurangi rasa lelah siswa saat berpuasa, namun tetap memastikan materi pembelajaran tersampaikan secara optimal.

Selain pemangkasan durasi belajar, Disdikbud Jombang juga menetapkan hari efektif fakultatif pada 9 hingga 17 Maret 2026.

Pada periode ini, sekolah akan mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti Tadarus Al-Qur’an, Pesantren kilat, dan kajian keagamaan bagi siswa Muslim.

Sementara siswa non-Muslim dianjurkan untuk mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Wor Windari juga mengimbau seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan surat edaran. Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan waktu belajar, meskipun jam pelajaran dipersingkat.

“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan edaran ini dengan baik, sehingga pembelajaran selama Ramadan tetap optimal, sekaligus mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik,” pungkasnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:28 WIB

Belum Ada Kenaikan Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist
Trending di Nasional