Penulis: Arief Hendro S | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Suwito warga desa Tanggungkramat kini bisa memasak untuk keluarga berkat bantuan peralatan dapur, “Tim datang, tanya kondisi kami satu per satu. Mereka catat apa yang masih kurang untuk pemulihan selanjutnya,” katanya setelah menerima bantuan dari Pemkab Jombang, melalui petugas BPBD.
“Saya pikir, habis sudah kami malam ini! Anak-anak takut, hujan deras, tak ada tempat berteduh,” cerita pria 52 tahun itu, matanya masih memandang puing-puing rumah porak-poranda, demikian keluah warga lain yang teetimpa musibah angin puting beliung, Selasa 31 Maret 2026.
Namun, keesokan harinya, Rabu, 1 April 2026, tim BPBD Kabupaten Jombang tiba dengan tangan terbuka, membagikan bantuan stimulan langsung ke empat desa terdampak: Jombok dan Blimbing di Kecamatan Kesamben, serta Tanggungkramat dan Rejoagung di kecamatan Ploso.

Hanya selisih sehari setelah angin puting beliung menerjang empat desa di kecamatan Kesamben dan Ploso, 31 Maret 2026, BPBD Pemkab Jombang membagikan bantuan untuk meringankan beban korban yang terkena dampak puting beliung, Rabu 1 April 2026. Foto: jombangkab.go.id
Respons cepat Pemkab Jombang ini berisi paket-paket:
- kebutuhan esensial—pakaian
- perlengkapan masak
- selimut, kasur lipat
- paket sekolah
- makanan siap saji
- hingga family kit—yang langsung meringankan beban korban.
Itulah bantuan dari Pemkab Jombang, kepada Sunardi beserta keluarga lainnya yang menjadi korban angin puting beliung, di Desa Jombok, Kesamben, yang mengamuk Selasa (31/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, S.STP., M.Si., tak sekadar membawa barang. Ia hadir dengan kepedulian nyata.
“Kami ingin warga tahu, mereka tak sendirian. Ini komitmen Bupati dan Pemkab Jombang: hadir langsung, dengar cerita mereka,” ujarnya sambil menyerahkan bantuan ke tangan Pak Sunardi.
Di Desa Blimbing, senyum lega Pak Yadi merekah saat memeluk selimut dan kasur lipat. “Terima kasih, Pak. Ini bantu kami tidur nyenyak malam ini,” katanya haru.
Bagi warga-warga ini, bantuan bukan barang semata, melainkan pelipur lara yang kurangi beban psikis dan ekonomi.
Sinergi pemerintah dan masyarakat kini jadi benteng tangguh lawan cuaca ekstrem tak terduga, membuktikan: di balik puing musibah, tangan hangat selalu siap mengulur. **











