Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
WASHINGTON DC, SWARAJOMBANG.COM – Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump, termasuk elemen-elemen utama dalam perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) dengan Indonesia, memicu respons hati-hati namun optimis dari Pemerintah RI.
Perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Trump di Washington DC pada 19-20 Februari 2026, meliputi penghapusan tarif atas lebih dari 99% produk AS, pengalihan data lintas batas, serta komitmen perdagangan bernilai puluhan miliar dolar AS.
Presiden Prabowo Subianto merespons pertanyaan jurnalis terkait putusan MA AS yang membatalkan tarif Trump pada 21 Februari 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Respons Presiden Prabowo
Saat menjawab pertanyaan dari wartawan media Amerika, Presiden Prabowo menyatakan: “Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat.”
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan mengevaluasi bahwa perjanjian secara keseluruhan tetap menguntungkan.
Pemerintah RI menjamin kelanjutan proses perjanjian sesuai mekanisme yang ada, walaupun memerlukan penyesuaian seperti penerapan tarif baru 10% dari Trump.
Implikasi
Putusan MA AS tidak membatalkan keseluruhan perjanjian, melainkan membuka kemungkinan skenario baru seperti tarif impor global sebesar 10%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan upaya untuk mempertahankan tarif 0% bagi produk RI tertentu.
Indonesia tetap menghormati dinamika politik AS sembari melindungi kepentingan ekspor utama seperti tekstil dan komoditas.
“Saya kira ya menguntungkan lah. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Kita siap menghadapi segala kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Ya kita lihat perkembangannya.”
Presiden menekankan sikap hormat terhadap dinamika politik AS sambil tetap optimis terhadap perjanjian dagang.
Penjelasan Menko
Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) akan terus berjalan meskipun dengan penyesuaian, di mana 1.819 produk Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, dan semikonduktor memperoleh tarif 0%.
Ia menyoroti komitmen timbal balik, termasuk akses pasar bagi produk AS seperti gandum dan kedelai, serta deregulasi terhadap hambatan non-tarif.
Pemerintah RI akan memantau prosedur domestik AS dalam beberapa minggu mendatang guna implementasi, sambil mempertahankan tarif 19% atau 0% untuk sektor unggulan seperti tekstil dan komoditas.
Langkah ini juga mencakup pembelian energi AS senilai US$15 miliar dan pesawat Boeing US$13,5 miliar sebagai bagian dari kesepakatan besar. **











