Penulis: Mulwarman | Editor: Priyo Suwarno
BALIKPAPAN, SWARAJOMBANG.COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, pada 12 Januari 2026, dengan total investasi mencapai Rp123 triliun atau setara US$7,4 miliar.
Proyek ini mengubah kilang minyak lama milik PT Pertamina menjadi fasilitas terbesar di Indonesia, dengan peningkatan kapasitas dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.
Kilang yang dikelola Pertamina ini akan meningkatkan kompleksitas dari Nelson Index 3,7 menjadi 8, sehingga 91,8% produknya mencapai standar EURO V bernilai tinggi.
Fasilitas baru termasuk RFCC Complex untuk mengubah residu menjadi nafta dan propilena, serta tambahan produksi LPG hingga 336.000 ton per tahun.
Operasionalnya diproyeksikan menghemat impor bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp68 triliun setiap tahun, memperkuat ketahanan energi dan rantai pasok dalam negeri.
Swasembada Energi
Dalam pidatonya yang singkat, Prabowo menegaskan komitmen kemandirian energi nasional sebagai prioritas utama.
Ia memuji transformasi RDMP sebagai aset strategis yang mendukung penghematan devisa Rp68 triliun per tahun melalui kilang berkapasitas 360.000 barel per hari.
Presiden juga mengajak percepatan energi terbarukan seperti tenaga surya, menargetkan swasembada dalam 5-7 tahun ke depan.
Ia membandingkan Indonesia dengan Jepang dan Korea Selatan, yang maju melalui inovasi meski minim sumber daya alam. Pidato itu disaksikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria AHY, Kapolri, serta petinggi Pertamina, dengan penekanan pada Asta Cita pemerintah untuk infrastruktur terintegrasi.
Prabowo sempat mengkritik direksi BUMN yang merugi tapi tetap minta tunjangan, serta menyerukan efisiensi operasional. Sorotan utama mencakup pengurangan impor BBM, penguatan ketahanan energi, dan jalan menuju Net Zero Emission 2060.
Proyek PSN Lainnya
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, angka Rp123 triliun mencakup modernisasi kilang eksisting, pembangunan 39 unit proses baru, dan infrastruktur pendukung.
Investasi terbagi menjadi tiga bagian: early works (16 paket), fasilitas utama (21 unit proses plus 13 utilitas), serta pipa dan penyimpanan (termasuk dua tangki berkapasitas 1 juta barel masing-masing).
Proyek yang dimulai sejak 2019 ini menjadikan RDMP Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) terbesar di sektor energi pada 2026, meski bukan yang terbesar secara keseluruhan.
Proyek ini bersaing dengan inisiatif hilirisasi seperti enam paket proyek pemerintah senilai Rp101 triliun, termasuk smelter aluminium Mempawah Rp40,45 triliun yang rencananya groundbreaking awal tahun ini.
Daftar lengkap PSN 2026 belum final, tapi RDMP tetap prioritas untuk swasembada energi, seiring proyek lain seperti 3 Juta Rumah dan Waste to Energy.**











