Menu ✖

Mode Gelap

Uncategorized

Petani Kudu Jombang Usia 66 Tahun Terlibat Jaringan Gay, Ditangkap Bersama 4 Tersangka Lain

badge-check


					Polda Jatim menggelar konferensi pers dalam mengungkap jaringan Gay melalui medsos melibatkan warga melibatkan warga Jawa Timur, Jumat 13 Juni 2025. Instgaram@wargajombang Perbesar

Polda Jatim menggelar konferensi pers dalam mengungkap jaringan Gay melalui medsos melibatkan warga melibatkan warga Jawa Timur, Jumat 13 Juni 2025. Instgaram@wargajombang

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Polda Jawa Timur menangkap seorang petani berinisial S (66) asal Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, karena terlibat dalam grup penyuka sesama jenis di media sosial. S ditangkap bersama tiga tersangka lainnya, yaitu MI (21) yang berperan sebagai admin grup, NZ (24), dan FS (44), semuanya warga Surabaya.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan temuan kasu ini dalam
konferensi pers terkait penangkapan petani asal Jombang berinisial S dan tiga tersangka lain, Jumat, 13 Juni 2025, di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya

Kasus ini bermula dari pengungkapan grup Facebook bernama “Gay Tuban Lamongan Bojonegoro” yang memiliki anggota mencapai ribuan orang dan digunakan untuk mencari pasangan sesama jenis.

MI sebagai admin grup kemudian memindahkan interaksi ke grup WhatsApp bernama “Info VID,” yang lebih tertutup dan digunakan untuk berbagi konten pornografi serta mencari pasangan sejenis. S diketahui aktif mengirimkan foto alat kelaminnya di grup WhatsApp tersebut untuk menarik perhatian anggota lain agar memberikan komentar.

Polda Jatim menyita sejumlah barang bukti, termasuk beberapa akun Facebook dan ponsel para tersangka. Mereka dijerat dengan pasal-pasal terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pornografi, dan perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga 12 tahun dan denda hingga Rp 6 miliar.

Kronologi kasus penangkapan petani asal Jombang berinisial S yang terlibat dalam grup penyuka sesama jenis bermula dari viralnya grup Facebook bernama “Gay Tuban Lamongan Bojonegoro” yang digunakan untuk mencari pasangan sesama jenis.

MI (21), yang berperan sebagai admin grup, mengomentari postingan di grup Facebook tersebut dan membagikan link grup WhatsApp bernama “INFO VID” untuk mengumpulkan lebih banyak anggota.

Grup WhatsApp ini bersifat lebih tertutup dan digunakan untuk berbagi konten pornografi serta mencari pasangan sejenis. S diketahui bergabung pada Mei 2025 dan aktif mengirimkan foto alat kelaminnya pada 2 Juni 2025 untuk menarik perhatian anggota lain agar memberikan komentar.

Selain S, tersangka lain seperti NZ (24) dan FS (44) juga aktif mengirimkan video dan foto pornografi serta mencari pasangan dalam grup tersebut.

Polda Jatim mengamankan empat tersangka, yakni MI sebagai admin grup dan tiga anggota aktif lainnya, termasuk S. Grup Facebook asalnya memiliki sekitar 11.400 anggota, sedangkan grup WhatsApp “INFO VID” beranggotakan sekitar 300 orang.

Polisi masih menyelidiki motif dan kemungkinan adanya peran mucikari, namun dipastikan grup ini tidak menggelar pertemuan fisik antar anggota.

Para tersangka dijerat dengan pasal-pasal terkait Undang-Undang ITE, pornografi, dan perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun dan denda miliaran rupiah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:53 WIB

AS Akui Punyai Senjata Ofensif di Orbit Bumi, Detil Rahasia

15 September 2026 - 18:00 WIB

Punya Senjata di Orbit Bumi, AS Belum Ungkap Detilnya

15 September 2026 - 16:58 WIB

Serangan Udara Rusia Nyaris Mengenai Boris Johnson Mantan PM Inggris

14 September 2026 - 18:56 WIB

AI Tak Terkendali Membahayakan Umat Manusia

28 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Ratu Thailand Latihan Terbangkan Pesawat Tempur Canggih Gripen

27 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Berlian Enam Kali Lebih Kuat dari Aslinya

19 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Efek “Drag Crisis”: Fenomena Fisika Membuat Bola Piala Dunia 2026 Lebih Berbahaya

7 Juli 2026 - 19:49 WIB

Kecoak Menguasai Demokrasi, Politisi India Panik

22 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Uncategorized