Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
BLITAR, SWARAJOMBANG.COM-Kabupaten Blitar tengah bersiap mencatat sejarah baru dalam pengembangan ekonomi syariah. Pantai Tambakrejo, salah satu destinasi wisata dengan keindahan pasir putih dan kuliner ikan bakarnya, kini dilirik untuk ditetapkan sebagai kawasan halal percontohan pertama di Jawa Timur.
Gagasan ini menguat setelah audiensi antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Bank Indonesia pada 2 Juli 2025. Dalam pertemuan tersebut, muncul usulan agar Pantai Tambakrejo dikembangkan tidak hanya sebagai objek wisata bahari, tetapi juga sebagai sentra kuliner dan perikanan halal.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar Sri Wahyuni, Pantai Tambakrejo memiliki potensi besar untuk menyandang status kawasan halal.
“Di sini nelayannya lokal semua, menggunakan cara tangkap tradisional yang ramah lingkungan. Warung-warung ikan bakar juga sudah mengacu pada prinsip syariah,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).
Survei yang dilakukan menunjukkan terdapat sedikitnya 41 pelaku UMKM aktif di kawasan ini, jauh melampaui syarat minimal 10 pelaku usaha untuk penetapan kawasan halal.
“Ini potensi luar biasa. Harapannya data ini bisa memperkuat argumen untuk menjadikan Tambakrejo sebagai kawasan halal percontohan di Jatim,” tambahnya.
Rencana pengembangan kawasan halal ini tidak hanya fokus pada kuliner dan perikanan, tetapi juga mencakup program pendampingan serta sertifikasi halal bagi UMKM lokal.
Pemerintah daerah ingin menghadirkan konsep wisata syariah terintegrasi, yaitu keindahan alam, kuliner halal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Langkah ini diyakini akan menarik wisatawan muslim yang semakin selektif dalam memilih destinasi wisata. Sementara itu, geliat ekonomi lokal pun diharapkan ikut meningkat, seiring bertambahnya kunjungan ke kawasan pantai.
Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, maka Pantai Tambakrejo tidak hanya akan menjadi ikon wisata halal Blitar, tetapi juga bisa menjadi role model kawasan halal di Indonesia.
Dengan pendekatan berbasis syariah dan penguatan UMKM, Kabupaten Blitar berpeluang besar menjadi pionir dalam pengembangan destinasi halal yang tak hanya religius, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat secara nyata.***
Catatan redaksi: Banyuwangi waktu lalu menjadikan Pantai Santen sebagai wisata syariah, dan tidak berhasil.











