Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Panas ekstrem ternyata tidak hanya membuat tubuh mudah lelah dan rentan mengalami dehidrasi. Sebuah studi baru menemukan bahwa kondisi ini dapat mempercepat penuaan biologis pada manusia.
Berbeda dengan usia kronologis, usia biologis mencerminkan seberapa baik sel dan organ berfungsi. Usia biologis dapat diketahui melalui berbagai tes medis, seperti fungsi paru-paru, kemampuan kognitif, atau kepadatan tulang.
Melansir wired.com, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Nature Climate Change menunjukkan paparan panas ekstrem dapat melemahkan sistem tubuh. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, hingga demensia dalam jangka panjang.
Studi ini menganalisis data medis 24.922 orang di Taiwan selama 2008 hingga 2022. Hasilnya, paparan gelombang panas membuat usia biologis bertambah lebih cepat dibanding usia kronologisnya.
Rata-rata, paparan gelombang panas selama dua tahun menyebabkan pertambahan usia biologis delapan hingga 12 hari. “Efek ini kecil namun berimplikasi besar bagi kesehatan masyarakat,” kata Cui Guo, Ahli Epidemiologi Lingkungan di Universitas Hong Kong dan penulis utama studi tersebut.
Penelitian juga menemukan bahwa pekerja fisik dan masyarakat pedesaan lebih rentan mengalami penuaan biologis lebih cepat. Namun, tren positif muncul karena dampak panas terhadap penuaan menurun selama 15 tahun terakhir.
Para ahli menduga penurunan itu dipengaruhi teknologi pendingin seperti AC yang kini lebih banyak digunakan. Meski begitu, peneliti menekankan perlunya kesadaran publik menghadapi dampak panas ekstrem terhadap kesehatan.***











