Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
PAMEKASAN, SWARAJOMBANG.COM– Hingga memasuki hari kelima keberadaan Juriyah, 65, masih isterius belum ditemukan. Lalu muncul video detik-detik pemuka spirituatak mampu mengatasi gananya jin penunggu hutan Desa Tebul Timur, saat melakukan upaya ritual mencari keberadaan nenek tersebut Senin 17 Februari 2025 malam.
Akun instagram@wecarebangakalnmadura, Selasa 18 Februari 2025 hari ini, merilis bagaimana suasana seorang tokoh spritul itu jatuh ke tanah saat melakukan ritual bersama warga dan jamaah. Video itu dirilis, dengan keterangan judul: Pencarian Warga Hilang Hari Ke Lima – Detik Detik Kyai Tidak Kuat Saat Membuka Alam Ghaib di Hutan dan Bertarung Melawan Jin di Pamekasan.
Meski demikian warga tetap berusaha habis-habisan untuk menemukan keberadaan nenek Juriyan, 65, tahun yang helang sejak 13 Feberuari 2025 silam. Di lokasi titik hilangnya sang nenek hanya tertinggal sandal jepit dan sabit saja.
Bukan hanya warga saja, tetapi cam Pegantenan dan Wakapolsek Pegantenan bersama Kepala Desa Tebul Timur telah turun ke lapangan turut serta membantu pencarian.
Sebelumnya hari keempat, Minggu 16 Februari 2025, warga desa melakukan pencarian mengerahkan tetua desa untuk melakukan ritual doa agar bisa menemukan nenek Juriyah, 65, warga Desa Tebul, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, yang hilang sejak 13 Februari 2025.
Warga hanya menemukan sandal dan sabit di lokasi terakhir, Minggu malam, 16 Februari 2025, sejumlah warga melakukan doa di lokasi titik terakhir nenek Juriyah hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.
Masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara intensif, namun hingga saat ini belum ada kabar mengenai keberadaan Juriyah. Pihak berwenang dan warga terus berupaya mencari informasi yang dapat membantu menemukan nenek tersebut
Seorang nenek bernama Juriyah atau yang akrab disapa Bu Rusdi (65), warga Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, dikabarkan hilang sejak Kamis sore, 13 Februari 2025.
Kapolsek Pegantenan, IPTU Heri Siswanto, mengatakan bahwa Juriyah meninggalkan rumah pada Kamis sore. Hingga saat ini, keberadaannya belum diketahui meskipun pihak keluarga dan aparat telah melakukan pencarian.
“Namun, karena hingga pukul 17.00 WIB tidak kunjung pulang, akhirnya keluarga berusaha mencari ke kebun dan menemukan sandal jepit serta sabit miliknya. Namun, sampai saat ini ia belum ditemukan,” ujarnya saat on air di Radio Karimata FM, Sabtu 15 Februari 2025.
Dari keterangan keluarga dan tetangga sekitar, diketahui bahwa Jariyah mengalami gangguan mental. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihak keluarga dan aparat yang terlibat dalam pencarian.
Setelah menerima laporan dari keluarga, Camat Pegantenan, Wakapolsek Pegantenan, serta Kepala Desa Tebul Timur langsung turun ke lapangan untuk berkoordinasi dalam upaya pencarian Juriyah. Aparat setempat juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta membantu.
“Jika ada yang bertemu dengan Juriyah atau mengetahui keberadaannya, segera laporkan ke Polsek Pegantenan, polsek terdekat, atau kepala desa,” tambahnya.
Ciri-ciri ibu Juriyah yang dapat dikenali antara lain bertubuh kurus dan memiliki riwayat gangguan mental. Keluarga berharap bantuan dari masyarakat agar Juriyah segera ditemukan dalam keadaan selamat.**