Menu

Mode Gelap

Lifestyle

Muncul Video Dua Ekor Macan Tutul Berubah Kehitaman di Kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru

badge-check


					Inilah hasil tangkapan video menggunakan camera trap yang dipasang di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru, dua ekor macan tutul berubah warna kulit menjadi kehitaman, akibat perubahan genetika. Instagram@bbtnbromotenggersemeru Perbesar

Inilah hasil tangkapan video menggunakan camera trap yang dipasang di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru, dua ekor macan tutul berubah warna kulit menjadi kehitaman, akibat perubahan genetika. Instagram@bbtnbromotenggersemeru

BROMO, SWARAJOMBANG.COM – Muncul video penampakan dua ekor macan tutul Jawa yang berkeliaran di area Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) viral di media sosial (medsos). Video tersebut diambil dari pemasangan kamera jebakan (camera trap) yang dilakukan oleh petugas TNBTS 2024 lalu.

“Pada 2024 lalu, Balai Besar (BB) TNBTS melakukan kegiatan monitoring macan tutul nih #sahabatmentaritengger. Kegiatan ini berkolaborasi dengan SINTAS, sebuah organisasi yang fokus pada konservasi satwa liar dan habitat alam di Indonesia. Dari hasil kegiatan tersebut, ditemukan beberapa individu macan tutul Jawa,” tulis akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru.

Unggahan tersebut juga menjelaskan mengenai kondisi genetik macan tutul Jawa yang terekam, yaitu melanisme, sebuah mutasi genetik yang menyebabkan peningkatan pigmen gelap pada bulu hewan tersebut.

“Melanisme adalah kondisi di mana hewan memiliki pigmen gelap yang berlebihan pada kulit atau bulu mereka. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik yang meningkatkan produksi melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna gelap. Penjelasan singkatnya seperti itu ya sahabat,” tulisnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan BB TNBTS, Hendra membenarkan ada dua ekor macan tutul tertangkap camera trap.

Camera trap ini sendiri merupakan upaya Balai Besar TNBTS untuk memonitoring satwa liar di lingkungan Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru. Dia menjelaskan, monitoring ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.

Kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin ini merupakan bagian dari upaya besar Balai Besar TNBTS untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Dia menyebut macan tutul di kawasan TNBTS itu ada 20 sampai 24 ekor. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“Menolak Punah” dan “Pesta Babi”: Antara Kebenaran, Perjuangan dan Larangan!

9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Calon Cobek Terbesar di Indonesia untuk Festival Rujak Uleg 2026 Hari Jadi 733 Surabaya

9 Mei 2026 - 20:35 WIB

BPOM Rilis Daftar Kosmetik Mengandung Bahan Terlarang

7 Mei 2026 - 20:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Nyeri dan Mata Kanan Kabur Setelah Ditato

20 April 2026 - 21:16 WIB

Cegah Diabetes Sejak Dini: Batas Maksimal Gula Harian

15 April 2026 - 17:28 WIB

Komdigi: Ratusan Ribu Akun TikTok DIbekukan

14 April 2026 - 20:37 WIB

Intan Kecewa Suami Sirinya Ternyata Cowok, Rey: Saya Yakin Ini Urusan Finansial

9 April 2026 - 21:25 WIB

Trending di Headline