Menu

Mode Gelap

Lifestyle

Modus Penipuan Tukar Wajah dengan AI

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Modus penipuan digital terus bermunculan. Kini, pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan merekrut “model wajah” untuk menjalankan aksinya yang berbasis deepfake hingga makin sulit dideteksi.

Fenomena ini terungkap dari maraknya lowongan kerja “model AI” di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kamboja, yang dikenal sebagai salah satu pusat operasi penipuan online terbesar di dunia.

“Dalam setahun terakhir hingga sekarang, mereka juga merekrut orang untuk menjadi model AI,” kata Hieu Minh Ngo, penyelidik kejahatan siber dari organisasi nirlaba Vietnam ChongLuaDao, dikutip dari Wired (24/3/2026).

“Mereka memberikan perangkat lunak untuk menukar wajah menggunakan AI dan melakukan love scam,” imbuhnya.

Ngo mengidentifikasi sekitar dua lusin kanal Telegram yang memuat lowongan untuk model AI di kawasan tersebut. Humanity Research Consultancy juga melacak pelamar pekerjaan di kota-kota yang dikenal sebagai pusat penipuan.

Para pelamar, sebagian besar perempuan 20-an awal, direkrut untuk melakukan panggilan video menggunakan teknologi manipulasi wajah guna meyakinkan korban.

Alih-alih bekerja di perusahaan resmi, mereka justru menjalankan modus penipuan yang membangun hubungan emosional dengan korban sebelum menguras uang mereka, biasanya lewat investasi kripto atau love scam.

Dalam praktiknya, model AI ini bertugas melakukan ratusan panggilan video setiap hari. Dengan bantuan perangkat lunak khusus, wajah mereka dapat diubah secara real-time sehingga menyerupai identitas palsu yang lebih menarik dan meyakinkan.

Tak hanya canggih, operasi ini juga terorganisir secara industri. Bahkan, sejumlah lokasi dilaporkan memiliki “ruang AI” khusus untuk menjalankan panggilan penipuan secara massal.

Yang mengkhawatirkan, sebagian pekerja direkrut dengan iming-iming gaji tinggi hingga ribuan dolar per bulan. Namun di balik itu, mereka harus bekerja ekstrem hingga risiko kekerasan dan pelecehan. Dalam beberapa kasus, paspor pekerja disita untuk mencegah mereka kabur.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rahasia Menua dengan Indah: Jalan-jalan Sambil Kentut

13 Juli 2026 - 20:41 WIB

Daun Sirih Bisa Lindungi Beras dari Kutu

13 Juli 2026 - 20:26 WIB

Stephen Chow Kembali Lewat Kung Fu Soccer, Transformasi Dilraba Dilmurat Curi Perhatian

9 Juli 2026 - 19:09 WIB

Setelah Mengatakan akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue, PM Albanese Minta Maaf

7 Juli 2026 - 19:29 WIB

Influencer Gabriela Moura Menarik Perhatian dengan Penampilan Bikini

7 Juli 2026 - 19:16 WIB

Ines Aguiar Aktris Portugal Pacar Striker Swedia

3 Juli 2026 - 19:59 WIB

Yagitu Prihatin Gaya Hidup Generasi Muda Jatim Nongkrong di Kafe

3 Juli 2026 - 19:50 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Trending di Entertainment