Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Merespon Keluhan Warga, Dinas PUPR Jombang Perbaiki Jalan Penghubung Sumobito-Kesamben

badge-check


					Dinas PUPR kabupaten Jombang, Rabu 19 Maret 2025, telah melakukan perbaikan jalan penmghubung antara Sumobito-Kesamben. Perbaikan ini sangat diperlukan, karena jalur tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Instagram@wargajombang Perbesar

Dinas PUPR kabupaten Jombang, Rabu 19 Maret 2025, telah melakukan perbaikan jalan penmghubung antara Sumobito-Kesamben. Perbaikan ini sangat diperlukan, karena jalur tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Instagram@wargajombang

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM, – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi. menegaskaan saat ini fakus untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah Jombang, saat PUPR sedang pengaspalan jalan penghubung antara Sumobito – Kesamben yang selama dikeluhkan warga.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di daerah tersebut dan mengatasi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

Bayu juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan jalan, termasuk produksi aspal coldmix secara mandiri untuk mempercepat proses perbaikan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang telah mengambil langkah untuk memperbaiki jalan penghubung antara Kecamatan Sumobito dan Kesamben, yang selama ini mengalami kerusakan parah. Jalan ini, yang terletak di desa Watudakon, menjadi jalur vital bagi akses antar kecamatan dan menuju ibu kota kabupaten.

Jalan poros Sumobito-Kesamben telah lama dalam keadaan rusak, dengan banyak lubang yang mengganggu kelancaran lalu lintas. Beberapa titik bahkan tergenang air saat musim hujan, menjadikannya berbahaya bagi pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, mengonfirmasi bahwa perbaikan jalan tersebut menjadi prioritas dan merupakan tanggung jawab pihaknya, Rabu, 19 Maret 2025.

Untuk perbaikan jalan rusak di seluruh Kabupaten Jombang, termasuk ruas Sumobito-Kesamben, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar dari APBD. Anggaran ini digunakan untuk memperbaiki 29 ruas jalan di 17 kecamatan.

 Menurut Agung Setiaji dari Dinas PUPR, perbaikan akan mencakup spesifikasi kerusakan ringan dan berat, dengan harapan dapat memperpanjang umur jalan jika kendaraan yang melintas sesuai dengan tonase yang ditentukan.

Kerusakan jalan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tonase kendaraan yang melebihi kapasitas serta kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Misalnya, saat musim hujan, genangan air dapat memperparah kerusakan. Dinas PUPR berharap dengan perbaikan yang dilakukan, jalan tersebut dapat bertahan lebih lama dan meningkatkan keselamatan pengguna.

Dengan langkah ini, diharapkan akses antara Kecamatan Sumobito dan Kesamben akan semakin baik dan mendukung mobilitas masyarakat setempat.

Sebelumnya, akun instagram@wargajombang, telah mengunggah keluahan warga terkait jalan penghubung antara Kecamatan Sumobito dengan Kesamben. Tepatnya di Desa Watudakon dan Desa/Kecamatan Kesamben. Jalan ini juga jalur alternatif menuju Gedek, Kabupaten Mojokerto.

Dan akhirnya oleh PUPR Jombang, jalan tersebut langsung di perbaiki. Tapi jangan khawatir, infonya tahun ini jalan tersbut akan di aspal full. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Janji Tuntaskan Antrean BBM Jatim Dua Hari

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

IHSG naik 4,16 persen atau 208,02 poin ke level 5204,63

20 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Pusat Pengembangan Bibit Ayam Petelur di Malang Senilai Rp3 T

13 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Kadin Desak Pemerintah Benahi Gas untuk Industri

13 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pengusaha Minta Restitusi Pajak Jangan Macet: Bisnis Bisa Mati

13 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hingga Kuartal III/2026 Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Rp1,7 Triliun

9 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Kondisi Perdagangan Global. Penyebab Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Naiknya Harga Cabai dan Anjloknya Harga Ayam Hidup, Ini Kata Mentan

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

HPP Ayam Broiler Rp23.000 Harga Jual Rp21.000

4 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Trending di Ekonomi