Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Menggunakan Agrosolution 2025, Petrokimia Mampu Naikkan Produktivitas Tebu Hingga 33 Persen

badge-check


					Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (mengenakan topi) menegaskan melalui program Agrosolution 2025, Petrokimia sebagai mitra petani tebu berhasil menaikkan produktivtas rata-rata 33 persen. Foto: Ist Perbesar

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (mengenakan topi) menegaskan melalui program Agrosolution 2025, Petrokimia sebagai mitra petani tebu berhasil menaikkan produktivtas rata-rata 33 persen. Foto: Ist

Penulis: Sanny   |    Editor: Priyo Suwarno

GRESIK, SWARAJOMBANG.COM– Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama lebih dari 61 ribu petani atau juga dikenal dengan “Pahlawan Pangan” mewujudkan swasembada pangan nasional melalui program Agrosolution 2025.

Program menyasar beragam komoditas ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa perusahaan senantiasa mendukung Pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penyaluran pupuk bersubsidi tiap tahunnya.

Lebih dari itu, Petrokimia Gresik juga menjalankan program Agrosolution yang selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

“Pahlawan saat ini memiliki arti yang luas. Petani merupakan salah satu pahlawan yang juga menjaga kedaulatan bangsa melalui ketahanan pangan. Petrokimia Gresik akan setia bersama petani mewujudkan kemandirian bangsa melalui sektor pertanian. Salah satunya melalui program Agrosolution,” ujar Daconi.

Untuk tahun 2025 (periode Januari-Oktober), Petrokimia Gresik bersama 61.112 petani meningkatkan produktivitas pertanian dalam program Agrosolution. Angka ini lebih besar jika dibandingkan realisasi program Agrosolution tahun 2024 yang melibatkan sebanyak 60.558 petani.

Program Agrosolution yang dijalankan Petrokimia Gresik menyasar berbagai macam komoditas. Mulai dari padi, tebu, jagung, bawang merah, cabai, kopi, tembakau, ubi jalar, dan sejumlah tanaman buah-buahan dan hortikultura lainnya.

Program ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian cukup signifikan. Sebagai acuan, program Agrosolution yang dijalankan Petrokimia Gresik di tahun 2024 mampu meningkatkan produktivitas tanaman tebu dengan rata-rata kenaikan hingga 33 persen, kemudian tanaman padi 16 persen, jagung 21 persen, dan komoditas lainnya.

“Jika budidaya yang diaplikasikan dalam program Agrosolution diadopsi oleh petani lainnya, tentu produktivitas pertanian secara nasional juga dapat ditingkatkan,” terangnya.

Petrokimia Gresik menjalankan program Agrosolution sejak tahun 2021 silam. Program ini menciptakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan kolaborasi bersama sejumlah stakeholder, diantaranya lembaga perbankan yang akan memberikan bantuan modal bagi petani, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.

Petrokimia Gresik dalam program ini melakukan kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit serta uji tanah oleh petugas Mobil Uji Tanah dan Agroman Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik juga menyediakan agro input berupa pupuk nonsubsidi.

Dengan dukungan tersebut, para petani memperoleh rekomendasi dalam pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, sehingga lebih presisi. Pupuk dapat diaplikasikan secara efektif dan efisien.

“Petrokimia Gresik mempunyai pupuk dan teknologi modern untuk budidaya pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas. Petrokimia Gresik akan beriringan dengan Pahlawan Pangan untuk mewujudkan pertanian yang maju dan modern untuk masa depan bangsa semakin baik,” pungkas Daconi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

B50 Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

27 April 2026 - 15:41 WIB

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US197/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

27 April 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi kenaikkan harga minyak dunia Senin, 27 April 2026, tembus $US107/ barel kondisi ekonomi dumia masih mencekam. Foto: liputa6

Start 17 Kiandra Bikin Kejutan Juara I Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026

26 April 2026 - 21:33 WIB

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari Agar Tekan Harga

26 April 2026 - 19:33 WIB

Lemigas akan Uji Bobibos, Masuk BBN atau BBM

26 April 2026 - 19:20 WIB

Berstatus Siaga III, Gunung Merapi di Jateng Terus Semburkan Lava

26 April 2026 - 17:32 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9): Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 17:03 WIB

Pasca Penggerebegan Little Aresha, Walikota Yogya akan Sweeping Jasa Penitipan Anak dan PAUD

26 April 2026 - 12:52 WIB

Trauma 9/11 Terulang di Gedung Putih, Saat Evakuasi Ledakan Trump Jatuh: Damn Carpet! Melania Merangkak

26 April 2026 - 11:51 WIB

Trending di Headline