Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Martabak jadi salah satu jajanan paling hits di Indonesia. Mau malam minggu atau sekadar nongkrong, martabak selalu jadi pilihan. Ada dua jenis yang paling populer: martabak manis dengan topping melimpah, dan martabak telur yang gurih bikin nagih. Tapi ternyata, martabak bukan asli Indonesia.
Martabak berasal dari Timur Tengah dan India. Kata “martabak” sendiri dari bahasa Arab *muttabaq* yang artinya “dilipat.” Di India, martabak dikenal sebagai *paratha* atau *murtabak*, biasanya berupa roti pipih berlapis dengan isian daging cincang dan rempah. Sementara di Yaman dan Timur Tengah, bentuknya lebih mirip roti isi.
Martabak dibawa oleh pedagang Muslim dari India dan Timur Tengah ke pesisir Sumatra dan Jawa sekitar abad ke-19. Dari situ, martabak mengalami modifikasi sesuai selera lokal. Lahirlah dua varian utama:
-Martabak Telur: mirip versi India, dengan kulit tipis dan isian daging, telur, daun bawang, plus bumbu rempah.
– Martabak Manis: terinspirasi dari kue Tionghoa Hok Lo Pan. Adonannya tebal dan lembut, lalu diberi topping cokelat, kacang, keju, sampai susu kental manis.
Martabak di Indonesia terus berinovasi. Beberapa kreasi yang populer antara lain:
– Martabak telur modern dengan topping keju, saus pedas, atau daging asap.
– Martabak manis kekinian dengan Nutella, Ovomaltine, Oreo, hingga matcha.
– Martabak mini untuk porsi personal.
– Martabak mozzarella dengan sensasi gurih creamy.
Dari Timur Tengah dan India, martabak bertransformasi jadi makanan favorit di Indonesia. Ia bukan sekadar camilan, tapi juga bukti akulturasi budaya yang kaya. Dengan industri kuliner yang terus berkembang, martabak kemungkinan akan terus hadir dalam bentuk-bentuk baru yang makin kreatif.***











