Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
KEDIRI, SWARAJOMBANG.COM-Maraknya pelaku wirausaha kuliner polo pendem rebus khas makanan Nusantara kini mulai ramai di Kabupaten maupun Kota Kediri Jawa Timur. Bagaimana tidak? Dari mulai pagi hingga malam hari, pedagang umbi-umbian rebus atau yang dikenal dengan istilah polo pendem banyak dijumpai dengan mudah.
“Masyarakat saat ini sudah smart untuk memilih makanan sehat. Kesibukan kadang menghalangi mereka untuk menerapkan pola hidup sehat. Peluang inilah yang menjadikan saya tertarik menekuni bisnis kudapan tradisional polo pendem serba rebus,” kata Muji Pratiwi (57), pemilik salah satu outlet polo pendem Nusantara di Pare, Kabupaten Kediri, Senin (14/7/2025).
Tiwi, sapaan akrabnya, ia mulai membuka outletnya yang terletak di depan RSUD Kabupaten Kediri di Jalan Yos Sudarso – Pare sejak pukul 05.30 WIB setiap harinya. “Saya buka mulai pagi karena banyak pelanggan yang ingin sarapan polo pendem rebus sebelum memulai aktivitas. Selain itu, kadang ada juga pasien RSUD maupun keluarganya datang untuk membeli,” ujar perempuan berhijab ini kepada RRI Kediri, Senin pagi.
Berbeda halnya dengan Sukarji (66), warga Minggiran Kabupaten Kediri yang berkesempatan membeli kudapan polo pendem di kedai milik Tiwi. Ia meyakini bahwasannya mengkonsumsi ubi, kacang, kedelai, pisang, dan jagung dengan direbus tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga turut melestarikan budaya dan tradisi leluhur terdahulu.
“Harganya sangat terjangkau. Saya beli sepuluh ribu sudah dapat satu kantong plastik penuh berisi ubi rebus, gothe, gembili, dan sukun. Alhamdulillah sejak rutin mengkonsumsi polo pendem badan lebih enteng (red. ringan), tensi darah dan berat badan jauh lebih stabil,” ucap Sukarji, yang pagi ini baru saja selesai memproses perpanjangan SIM di Polres Kediri.***











