Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
BANTEN, SWARAJOMBANG.COM- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menemukan adanya radiasi di tujuh sampai delapan lokasi di luar PT Bahari Makmur Sejati (BMS), yang sebelumnya berhubungan dengan kasus udang yang terkontaminasi radiasi. Bahan radioaktif cesium-137 ditemukan di kawasan industri modern Cikande, Serang, Banten.
Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) berserta Bapeten, telah melakukan pembersihan dan pemindahan bahan radioaktif yang terpapar, termasuk logam bekas seberat 700 kilogram dari tempat penampungan di Desa Barengkok ke lokasi penyimpanan sementara di Kawasan Industri Modern Cikande.
Kasus pencemaran cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten pertama kali diumumkan oleh Bapeten sekitar tanggal 22 Agustus 2025 ketika mereka menemukan logam bekas yang terkontaminasi Cs-137 di area itu.
Penemuan ini juga karena laporan dari Customs Border Protection di Amerika Serikat mengenai udang beku dari Indonesia yang mengandung bahan radioaktif Cs-137. Pemerintah mulai mengambil tindakan dan memberi pengumuman resmi tentang penanganan kasus ini sekitar tanggal 22 hingga 23 September 2025.
Pembersihan dilakukan di sekitar enam lokasi di kawasan industri tersebut, termasuk di area dekat PT PMT.
Penyelidikan dari KLH, Polri, BRIN, dan Bapeten menemukan dugaan sumber radiasi berasal dari pabrik peleburan stainless steel PT Peter Metal Technology Indonesia (PMT).
KLH segera menutup perusahaan itu untuk menghentikan kemungkinan pencemaran yang lebih lanjut dan melindungi kesehatan warga serta pekerja.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa pencemaran cesium-137 diduga datang dari reaktor nuklir luar negeri yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan yang ketat.
Pemerintah sekarang melakukan pembersihan di lokasi tersebut dan sedang mempersiapkan tempat penyimpanan jangka panjang untuk limbah radioaktif.
Kasus ini dianggap mirip dengan kejadian radiasi yang terjadi di Batan Indah, Tangerang Selatan, pada tahun 2019. Pemerintah berjanji akan menindak tegas perusahaan yang melanggar hukum serta menjaga keselamatan masyarakat dan kualitas pangan ekspor Indonesia dari risiko radiasi.
Pencemaran cesium-137 (Cs-137) ditemukan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, yang diduga berasal dari limbah logam pabrik peleburan stainless steel PT Peter Metal Technology Indonesia (PMT).
Kasus ini terungkap setelah ditemukannya udang beku dari Indonesia yang terkontaminasi Cs-137 dan dilaporkan oleh Customs Border Protection Amerika Serikat. Bahan radioaktif Cs-137 hanya dihasilkan dari reaktor nuklir, jadi bisa dipastikan bahwa sumber logam terkontaminasi ini berasal dari luar negeri karena Indonesia tidak memiliki reaktor nuklir.
Sebuah tim yang terdiri dari KLH, Bapeten, BRIN, Polri, dan pihak terkait lainnya melakukan pemeriksaan ketat dan penyelidikan untuk menemukan asal pencemaran serta mengamankan wilayah agar radiasi tidak menyebar. Sanksi hukuman siap diberikan pada perusahaan yang terbukti melanggar aturan yang ada.
Upaya serius pemerintah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan serta menangani potensi bahaya dari paparan radiasi Cs-137 di kawasan industri Cikande, Serang, Banten.
Langkah pembersihan yang dilakukan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten terdiri dari:
Pembentukan tim khusus oleh pemerintah untuk menangani pencemaran cesium-137 dengan serius dan bertahap.
Pembersihan dimulai dengan membersihkan area yang terpapar radiasi dengan hati-hati, termasuk lingkungan sekitar pabrik PT Peter Metal Technology (PMT) yang menjadi pusat pencemaran.
Bahan radioaktif dan limbah yang telah dibersihkan disimpan sementara di tempat penyimpanan PT PMT sebagai lokasi penampungan sementara.
Setelah itu, limbah radioaktif akan dipindahkan ke tempat penyimpanan yang telah disiapkan untuk jangka panjang.
Seluruh lokasi yang tercemar sudah ditandai dan dibatasi agar tidak menyebar lebih jauh.
Pemerintah bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan tim Gegana Polri untuk menjaga dan memastikan keamanan selama proses pembersihan.
Pemeriksaan kesehatan untuk orang-orang di sekitar dan petugas yang terlibat juga akan dilakukan sebagai bagian dari cara mengatasi masalah ini.
Salah satu cara tambahan yang disarankan oleh para ahli adalah menanam bunga matahari di sekitar tempat tercemar karena bunga ini bisa menyerap radiasi dari bahan radioaktif.
Proses ini akan memakan waktu beberapa lama agar area tersebut benar-benar bersih dan aman untuk orang-orang di sekitarnya. Pemerintah berjanji akan mengelola pembersihan ini dengan aman, hati-hati, dan profesional, mengingat pengalaman pada kasus serupa sebelumnya di Batan Indah, Tangerang Selatan.
Paparan cesium-137 (Cs-137) kepada manusia bisa menyebabkan masalah kesehatan serius karena Cs-137 adalah zat radioaktif yang memancarkan radiasi berbahaya. Risiko utama dari paparan Cs-137 meliputi:
Cs-137 bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah ada di dalam, Cs-137 menyebar ke berbagai bagian tubuh, terutama ke otot dan organ penting seperti hati dan ginjal, sama seperti kalium yang penting untuk sel.
Radiasi dari Cs-137 dapat merusak sel-sel dan jaringan tubuh, yang bisa menyebabkan kerusakan pada organ, peradangan, masalah produksi sel darah, bahkan kematian sel.
Paparan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker darah (leukemia) dan kanker tiroid, akibat kerusakan pada DNA.
Efek lainnya termasuk gangguan fungsi organ, melemahnya sistem kekebalan tubuh, kerusakan pada gen yang bisa diwariskan, perbaikan sel yang melambat seiring bertambahnya usia, dan masalah perkembangan janin jika terpapar saat hamil.
Paparan dari luar dengan dosis tinggi bisa menyebabkan luka bakar akibat radiasi, penyakit radiasi akut, dan dalam kasus yang sangat parah, dapat menyebabkan kematian.
Di sisi lain, paparan dengan dosis rendah dalam waktu lama bisa menyebabkan risiko munculnya kanker dan penyakit kronis lainnya.
Karena itu, paparan Cs-137 memerlukan tindakan cepat untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin muncul baik dalam waktu dekat maupun jauh.











