Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kinerja Pemkab Jombang Peringkat 5 Upaya Penurunan Angka Stunting, Hasil Penilaian 32 Anggota Panelis

badge-check


					Tanggung jawab semua pihak mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat dan pemerintah untuk menurunkan angka stunting, agar bisa membangun generasi hebat Indonesia Emas 2025. Foto: BBC Indonesia Perbesar

Tanggung jawab semua pihak mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat dan pemerintah untuk menurunkan angka stunting, agar bisa membangun generasi hebat Indonesia Emas 2025. Foto: BBC Indonesia

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengumumkan hasil penurunan stunting di seluruh wilayah Jawa Timur dengan prevalensi stunting saat ini berada di angka 6,10%, jauh di bawah target nasional sebesar 14%. Kabupaten Jombang menempati peringkat kelima dalam penilaian kinerja penurunan stunting di Jawa Timur dengan skor 130 dari total 38 kabupaten/kota.

Penurunan stunting di Jombang menunjukkan tren signifikan selama beberapa tahun terakhir, dari 20,1% pada 2018 turun menjadi 8,43% pada 2022. Selain itu, data menunjukkan penurunan jumlah balita stunting dari 12.271 pada tahun 2020 menjadi 7.518 pada tahun 2021 berkat berbagai intervensi dan aksi integritas yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (di bawah 5 tahun) yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dari rata-rata untuk usianya akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini biasanya mulai terjadi sejak bayi masih dalam kandungan akibat asupan gizi ibu yang kurang, dan menjadi terlihat jelas saat anak berusia sekitar dua tahun. Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif anak, yang berdampak pada kecerdasan dan produktivitasnya di masa depan13469.

Penyebab utama stunting meliputi malnutrisi ibu selama kehamilan, kurangnya pemberian ASI eksklusif, kualitas makanan pendamping ASI yang kurang baik, serta infeksi berulang pada anak yang mengganggu penyerapan nutrisi. Faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses layanan kesehatan juga berperan memperburuk kondisi ini.

Stunting menjadi masalah serius karena selain menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, juga meningkatkan risiko penyakit kronis, menurunkan daya tahan tubuh, dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara. Pencegahan dan penanganan stunting memerlukan intervensi gizi yang tepat sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Meski demikian, data tahun 2024 menunjukkan bahwa kasus stunting di Jombang masih tergolong tinggi dengan 3.633 balita stunting dan terdapat 20 desa yang menjadi lokus prioritas penanganan stunting. Oleh karena itu, meskipun belum ada data pasti peringkat tahun 2024, kondisi tersebut menunjukkan tantangan yang masih dihadapi Jombang dalam penurunan stunting sebelum pencapaian peringkat kelima pada 2025.

Dengan pencapaian ini, Pemkab Jombang juga menerima insentif dari pemerintah pusat sebagai apresiasi atas keberhasilan menekan angka stunting. Secara keseluruhan, Jawa Timur menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terbaik kedua di Indonesia setelah Bali.

Panelis pemeringkat stunting di Jawa Timur terdiri dari 32 orang yang merupakan anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Timur. Para panelis ini berasal dari berbagai institusi dan bidang keahlian yang relevan, meliputi:

  • Lembaga internasional seperti UNICEF Provinsi Jawa Timur
  • Perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Wijaya Putra, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Islam Raden Rahmat Kepanjen Malang, serta LPPM STIE Indocakti Malang
  • Organisasi masyarakat seperti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur, Forum Pendidikan Anak Usia Dini Provinsi Jawa Timur, dan TP-PKK Provinsi Jawa Timur
  • Unsur pemerintah provinsi, antara lain BKKBN Provinsi Jawa Timur, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (P3AK), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran panelis lintas sektor ini menunjukkan pendekatan kolaboratif dan komprehensif dalam evaluasi kinerja percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Pengumuman hasil penurunan stunting di Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025. Pada hari tersebut, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI diumumkan, menunjukkan penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur menjadi 14,7 persen, menjadikan provinsi ini terbaik kedua secara nasional setelah Bali. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BP-AKR Tahan Harga Bensin, Solar Melonjak Rp10.940/Liter

1 Mei 2026 - 20:39 WIB

Ketua Kadin: Pelaku Usaha Seperti Ayam Petelur Stres

30 April 2026 - 19:43 WIB

Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar, Kejati Menahan Arinal Djunaidi Mantan Gubernur Lampung

28 April 2026 - 23:32 WIB

163 Gerai KDMP Jombang Sudah Rampung 100 %, Hari Purnomo: Masalah Utama Ketersediaan Lahan

28 April 2026 - 16:11 WIB

Ujicoba B50 untuk Diesel Lokomotif KAI Lempuyangan – Yogyakarta, Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun/ Tahun

27 April 2026 - 18:40 WIB

Kementrian ESDM uji coba BBM B50, pafa mesin diesel KAI . Jika uji coba ini sukses maka RI bisa beremat devisa hingga Rp 157 triliun/ tahun. Foto: Liputan6

ESDM Dorong Energi Alternatif, CNG dan DME Jadi Opsi

27 April 2026 - 15:56 WIB

B50 Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

27 April 2026 - 15:41 WIB

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US107/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

27 April 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi kenaikkan harga minyak dunia Senin, 27 April 2026, tembus $US107/ barel kondisi ekonomi dumia masih mencekam. Foto: liputa6

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari Agar Tekan Harga

26 April 2026 - 19:33 WIB

Trending di Ekonomi