Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akan menggelar tes IQ bagi siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah satu tahun menjalani program tersebut.
Langkah ini dimaksudkan untuk mengukur pengaruh nyata terhadap fisik dan fungsi kognitif, dengan pengawasan lembaga eksternal guna menjamin independensi.
Rencana tersebut disahkan Dadan usai rapat di Kemenko Pangan pada 29 Januari 2026. “Pasti,” jawabnya singkat saat ditanya soal pengujian IQ untuk anak-anak yang sudah rutin dapat MBG selama setahun.
Evaluasi tahunan itu akan memantau parameter utama seperti berat badan, tinggi badan, serta tingkat kecerdasan melalui tes IQ.
Dadan menjamin proses dilakukan oleh pihak ketiga secara ilmiah, mengadopsi model Jepang dalam menilai efek gizi berkelanjutan.
Pendekatan ini juga menjawab tuntutan Menko Pangan Zulkifli Hasan agar ada perbandingan data kondisi anak sebelum dan sesudah program, termasuk kelompok non-sekolah.
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dirintis Januari 2025 ini sudah menyasar 60 juta penerima dan diproyeksikan capai 82,9 juta orang sepanjang 2026.
Peringkat IQ Indonesia
Laporan International IQ Test (ITT) 2025 menempatkan Indonesia di urutan 98 dunia dengan skor rata-rata 93,18. Survei global itu mencakup jutaan responden per Januari 2025, di mana Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Thailand (peringkat 15, IQ 101,52), Malaysia (100,48), serta Vietnam (100,12).
Temuan serupa muncul dari AVSEO IQ Test Agustus 2025 (peringkat 94 di Asia Tenggara, IQ 82,85) dan World Population Review.
Di kawasan, Indonesia berada di posisi kesembilan dari 11 negara, kalah telak dari Singapura (nomor satu dunia), tapi unggul atas Filipina dan Timor Leste. Skor ini cenderung stabil sepanjang 2025, dengan kenaikan tipis 0,9 poin dibanding periode sebelumnya. **











