Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kemenko PM: Hapus Miskin Ektrem Hingga Nol %, 7 SPPG Jombang Serap 300 Pekerja

badge-check


					Kemenko PM membuka program tekan miskin ekstrem hingga no perse, salah satunya adalah membuka lapangan kerja di bidang SPPG. Saat ini sebanyak 300 pekerja akan diserap di wilayah Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Kemenko PM membuka program tekan miskin ekstrem hingga no perse, salah satunya adalah membuka lapangan kerja di bidang SPPG. Saat ini sebanyak 300 pekerja akan diserap di wilayah Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi meluncurkan program percontohan nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (30/12/2025).

Peluncuran digelar di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Badang, Kecamatan Ngoro. Program ini menyasar keluarga miskin ekstrem melalui pelatihan singkat langsung diikuti penempatan kerja di unit-unit SPPG. Ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan ekstrem.

Jombang dipilih sebagai lokasi rintisan pertama karena komitmen kuat dan ekosistem pemberdayaan masyarakatnya yang matang. Pemerintah yakin daerah ini bisa jadi model nasional untuk pengentasan kemiskinan berbasis kerja produktif.

Mewakili Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Nunung Nuryartono menekankan strategi pemberdayaan mandiri dan berkelanjutan. “Setiap rupiah anggaran harus berorientasi pada pemberdayaan nyata,” ujarnya.

Di Jombang, 300 warga miskin ekstrem telah dilatih dan siap bekerja dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan. Nasional, program ini diproyeksikan serap 1,5 juta tenaga kerja sepanjang 2025–2026. “Dari Jombang, kita buktikan kemiskinan ekstrem bisa dihentikan. Pendapatan tetap jaga stabilitas ekonomi keluarga dan tingkatkan daya beli,” tambah Nunung.

Nunung juga apresiasi ekosistem lokal Jombang, di mana bahan baku SPPG dipasok petani dan pedagang setempat. Ini dorong perputaran ekonomi rakyat dan usaha mikro. Ia sampaikan empat arahan strategis ke pemerintah daerah: jadikan sekolah/madrasah pusat karakter mandiri, fasilitasi sertifikasi usia produktif, pastikan penyerapan keluarga miskin di SPPG, serta tingkatkan akurasi data sosial-ekonomi. “Bangsa besar memberdayakan rakyatnya. Model Jombang akan direplikasi nasional,” tegasnya.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin mewakili Bupati Warsubi sambut baik program ini. “Ini buka jalan nyata keluar dari kemiskinan,” katanya.

Program sasari 300 penerima di tujuh SPPG di Kecamatan Bareng, Diwek, Ngoro, dan Jombang. Ia pesan peserta manfaatkan peluang sungguh-sungguh. Pemkab Jombang komitmen kolaborasi lintas sektor capai kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026.

Kegiatan ditutup penyerahan simbolis sertifikat pelatihan dan penempatan kerja. SPPG Ngoro Badang serap 60 tenaga kerja, SPPG Bareng Banjaragung 50 orang. Fasilitas ini beroperasi penuh 8 Januari 2026. Pemerintah optimistis target nol kemiskinan ekstrem 2026 tercapai lewat sinergi berkelanjutan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Pemangkasan Besar-besaran, BUMN akan Tinggal 250 dari 1000

28 Juni 2026 - 21:31 WIB

Trending di Ekonomi