Menu

Mode Gelap

Headline

Kejaksaan Sleman Gunakan Keadilan Restoratif untuk Suami Pahlawan Penyelamat Istri dari Jambret

badge-check


					Bambang Yunianto, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Sleman. Foto: ist Perbesar

Bambang Yunianto, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Sleman. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

SLEMAN, SWARAJOMBANG.COM – Viral di media sosial setelah dihujat netizen, Kajari Sleman Bambang Yunianto akhirnya menempuh pendekatan restorative justice, untuk menuntaskan kasus Hogi Minaya, pria yang mengejar penjambret demi lindungi istrinya hingga pelaku tewas.

Kasus Hogi Minaya telah disepakati untuk diselesaikan melalui restorative justice hari ini, 26 Januari 2026.

Proses mediasi daring ini difasilitasi Kejaksaan Negeri Sleman antara Hogi, yang membela istrinya dari penjambretan di Sleman pada April 2025, dan keluarga penjambret yang tewas akibat kecelakaan

egeri (Kejari) Sleman mempertemukan Hogi beserta keluarganya dengan pihak keluarga dua penjambret yang meninggal dunia.

Pertemuan itu berlangsung khidmat di bawah arahan Kajari Bambang Yunianto. Kedua belah pihak akhirnya saling maafkan dan sepakat berdamai secara kekeluargaan. Rincian bentuk kompensasi akan disusun oleh penasihat hukum dalam 2-3 hari mendatang.

Keadilan restoratif di Indonesia mengedepankan penyelesaian kasus pidana secara damai melalui dialog antarpihak terkait, bukan hanya hukuman. Pendekatan ini fokus pada pemulihan korban, pelaku, dan masyarakat, sesuai Perja Nomor 15 Tahun 2020.

Kasus layak restoratif justice jika memenuhi kriteria seperti ancaman pidana kurang dari 5 tahun, pelaku pemula (bukan pengulangan), kesepakatan damai sukarela, hak korban terpenuhi, dan dukungan masyarakat positif.

Kerugian maksimal Rp2,5 juta pada tahap penuntutan, dengan pemulihan berupa ganti rugi, pengembalian barang, atau perbaikan kerusakan

Latar Belakang Kasus
Kasus bermula saat Hogi Minaya mengejar dua pelaku jambret yang merampas tas istrinya, Arsita Minaya, di kawasan Sleman, Yogyakarta. Menggunakan mobilnya, Hogi mendekati pelaku yang melaju dengan sepeda motor.

Dalam aksi saling kejar-kejaran, motor pelaku menabrak tembok dan keduanya meninggal di tempat.

Akibat insiden itu, polisi menetapkan Hogi sebagai tersangka dengan Pasal 310 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena dianggap terlibat dalam kecelakaan fatal.

Alasan 
Penyelesaian melalui keadilan restoratif ini memenuhi kriteria ketat: ancaman pidana ringan di bawah 5 tahun penjara, tersangka pemula tanpa catatan kriminal sebelumnya, kesepakatan damai sukarela, serta dukungan positif dari masyarakat luas. Langkah ini selaras dengan Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020.

Di Indonesia, restorative justice menawarkan alternatif penyelesaian tindak pidana dengan fokus pemulihan bagi korban, pelaku, dan komunitas melalui musyawarah damai, bukan hanya sanksi hukuman.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:15 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:13 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Empat Pelaku Komplotan Curanmor Dibekuk Polisi Jombang

30 Juni 2026 - 19:34 WIB

Korsleting Listrik, Tiga Kamar Tidur Ludes Dilalap Api

29 Juni 2026 - 19:13 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:41 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:52 WIB

Trending di Hukum