Menu

Mode Gelap

Nasional

Kapal Induk Paling Modren USS Gerald Ford Telah Sampai di Pantai Utara Haifa Israel

badge-check


					Kapal Induk termodern USS Gerald Ford telah mencapai pantai utara Haifa, setelah melayari dari laut Karibia. Foto: DRMNews Perbesar

Kapal Induk termodern USS Gerald Ford telah mencapai pantai utara Haifa, setelah melayari dari laut Karibia. Foto: DRMNews

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

HAIFA, SWARAJOMBANG.COM- Membantu sekutunya Israel, saat ini kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan telah tiba di lepas pantai Israel, tepatnya di perairan dekat Haifa di pesisir utara, wilayah Israel.

Untuk mencapai patai Haifa, kapal induk itu mengambil rute membentuk garis lengkung timur laut: Karibia → Azores (potensial) → Gibraltar → Kreta (32.2°N, 24.9°E) → Haifa (32.8°N, 35.0°E), jarak total sekitar 10.000 km laut selama 3 minggu.

Peta perjalanan dari Mediterania timur dengan garis tebal dari barat (Gibraltar) melewati Yunani ke pantai Israel utara.

Kapal disebut-sebut tercanggih ini bergerak dari Karibia, melintasi Atlantik ke Selat Gibraltar, lalu ke Laut Mediterania timur, singgah di Teluk Souda, Yunani, sebelum menuju Israel.

Dijadwalkan pada akhir Februari 2026, USS Gerald R. Ford dijadwalkan merapat di Haifa sekitar 27 Februari untuk mendukung operasi militer AS di tengah ketegangan dengan Iran.

Jelas tujuan utama kehadiran kapal induk ini bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk memperkuat posisi AS di Timur Tengah.

Spesifikasi

USS Gerald R. Ford adalah kapal induk tercanggih di dunia berkat teknologi generasi baru yang menggantikan sistem lama kelas Nimitz.

Kapal ini menggunakan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System), ketapel elektromagnetik yang lebih efisien, presisi tinggi untuk pesawat berat seperti F-35C, serta meningkatkan sortie hingga 33% dibanding sistem uap tradisional.

Dilengkapi Advanced Arresting Gear (AAG) untuk pendaratan lebih aman, plus Dual Band Radar (DBR) yang mengintegrasikan radar X-band AN/SPY-3 dan S-band untuk deteksi rudal serta pesawat musuh dari jarak jauh.

Ditenagai dua reaktor nuklir A1B yang efisien 25% lebih tinggi, memungkinkan kecepatan >30 knot tanpa batas jarak; otomasi mengurangi kru hingga 4.500 orang, plus kapasitas 75+ pesawat termasuk drone MQ-25.

Sistem SSDS terintegrasi dengan rudal ESSM, RAM, Phalanx CIWS, dan senapan mesin untuk lindungi dari ancaman udara, rudal, serta kapal musuh.

Kronologi Pergerakan

  • Awal Februari 2026: Berangkat dari Karibia menuju timur melintasi Atlantik.

  • Pertengahan Februari: Melintasi Selat Gibraltar memasuki Laut Mediterania.

  • 23-25 Februari: Tiba dan singgah di Teluk Souda dekat pulau Kreta, Yunani, untuk pengisian logistik.

  • 26 Februari: Berlayar dari Kreta menuju utara Israel.

  • 27 Februari: Tiba di lepas pantai Haifa, pesisir utara Israel (tidak merapat langsung ke pelabuhan). **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Avanza Terlempar 20 Meter 4 Orang Tewas 5 Lukaluka, Antar Rombongan Haji Dihantam KA Argo Bromo di Grobogan

1 Mei 2026 - 15:03 WIB

Aksi Demo Buruh ke DPR Berubah Jadi Perayaan Bersama Presiden Prabowo di Monas

1 Mei 2026 - 09:51 WIB

Tasyakuran May Day, Bupati Jombang Serahkan Penghargaan kepada PUK Naker dan Perusahaan

1 Mei 2026 - 08:58 WIB

Kalahkan China, RI Negara Peringkat Kedua Ketahanan Energi Terbaik Dunia

30 April 2026 - 19:20 WIB

Gaungkan 21 Tuntutan, 6000 Buruh Sejatim Demo Grahadi

30 April 2026 - 19:08 WIB

Kebakaran Besar Melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Sebanyak 22 Damkar Dikerahkan

30 April 2026 - 14:11 WIB

Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II, Presiden: Ini Masa Depan Indonesia

30 April 2026 - 10:58 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (3): Teror Perang Suci dan Teks Kitab Suci

29 April 2026 - 21:56 WIB

Deteksi Dini Kanker Kini Lebih Mudah Lewat Sampel Darah

29 April 2026 - 20:01 WIB

Trending di Nasional