Penulis: Sanny | Editor: Priyo Suwarno
GRESIK, SWARAJOMBANG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik bersama Kadin Kota Kediri memfasilitasi ‘business to business” (B2B) yang melibatkan 27 UMKM dari dua daerah, di Icon Mall Gresik, Rabu (17/12)
Ketua Kadin Gresik, Mochamad Choirul Rizal, mengatakan kegiatan ini bertujuan membuka akses pasar, baik domestik maupun ekspor, serta mendorong kerja sama usaha lintas daerah.
“Dalam program ini, kami membawa UMKM binaan Kadin Gresik untuk dipertemukan langsung dengan para pengusaha. Harapannya, terbangun kerja sama konkret,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, kerja sama ini membuka peluang agar UMKM Gresik dapat menembus pasar Kediri, begitu pula sebaliknya. “Dengan begitu, roda perekonomian daerah dapat bergerak lebih luas,” ungkapnya.
Rizal menambahkan, Kadin Jatim juga memberikan penugasan agar setiap daerah dapat mengembangkan ekosistem UMKM sesuai potensi masing-masing. Gresik, kata dia, tengah mengarah pada penguatan vokasi, sementara Kediri fokus pada kurasi produk.
“Ke depan, seluruh Kadin di kabupaten dan kota mendirikan rumah kurasi dan vokasi. Gresik sudah memiliki rumah vokasi, sedangkan Kediri sudah kuat di kurasi. Ini bisa saling melengkapi,” katanya.
Nantinya Gresik akan mendirikan rumah kurasi. Saat ibi, pihaknya kata Rizal, telah mengirim sejumlah anggotanya untuk mengikuti pelatihan kurasi.
‘Nantinya mereka inilah ya g akan menjadi kurasi untuk setiap produk UMKM sebelum dipasarkan, terutama untuk ekspor,” kata Rizal.
Sementara Ketua Kadin Kota Kediri, Muhammad Solikhin, menyampaikan Kediri telah memiliki rumah kurasi UMKM yang berfungsi melakukan seleksi dan peningkatan kualitas produk sebelum masuk pasar yang lebih luas.
“Rumah kurasi ini melibatkan para kurator untuk menilai kualitas produk UMKM, mulai dari kemasan, standar mutu hingga kesiapan pasar,” jelasnya.











