Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PASURUAN, SWARAJOMBANG- Pada Minggu pagi sekitar pukul 10.30 wib, 30 November 2025, sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Selokambang, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Sebuah kecelakaan kereta api melanda sebuah keluarga yang sedang melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Insiden ini merenggut nyawa empat anggota keluarga sekaligus, sementara satu balita mengalami luka ringan.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.19 WIB ketika mobil Honda Accord bernopol L-1519-ABJ yang dikemudikan Muhammad Muhaimin (33) melaju dari arah utara menuju selatan.
Diduga kurang waspada terhadap situasi sekitar di perlintasan tanpa palang pintu nomor 88 (KM 41+4/5), pengemudi menyebrang rel tepat saat melintas KA Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang melaju dari barat ke timur. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.
Mobil terseret dan terpental puluhan meter hingga terbalik, sementara kereta api hanya mengalami lecet ringan pada gerbongnya. Polisi dari Polres Pasuruan segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Pasuruan, AKP Ahmad Zuhri, menegaskan bahwa investigasi mendalam sedang dilakukan guna memastikan penyebab detil kecelakaan.
Korban tewas diketahui seluruhnya berasal dari satu keluarga warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, yaitu sopir Muhammad Muhaimin, istrinya Suci Nurjannah (33), serta dua anak mereka Muhammad Yisran Alim Mukhsin (9) dan Putri Indah Ramadhani (6). Satu balita, Rizka Putri Maharani (1,5 tahun), berhasil selamat dengan luka ringan.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang tanpa pengaman, sekaligus menjadi panggilan bagi seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan demi menghindari tragedi serupa di masa datang. **











