Penulis: Jacobus E. Lato | Editor t: Priyo Suwarno
INGGERIS, SWARAJOMBANG.COM– Menggali inovasi terdepan dalam dunia alat berat, JCB, singkatan dari J.C. Bamford Excavators Limited, kembali mencetak sejarah dengan pengembangan mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen.
Berbasis di Rocester, Staffordshire, Inggris, perusahaan ini mengusung teknologi baru yang memadukan kinerja mesin diesel klasik dengan emisi nol karbon.
Mesin ini lahir dari investasi sekitar £100 juta dan kerja keras 150 insinyur selama tiga tahun. Dengan kemampuan setara mesin diesel JCB Dieselmax 448, namun tanpa emisi CO₂, produk ini membuka peluang besar bagi sektor konstruksi dan alat berat menuju era yang lebih hijau.
Keunggulan utamanya terletak pada penerapan hidrogen hijau sebagai sumber bahan bakar. Tidak hanya ramah lingkungan, JCB juga aktif membangun jaringan pasokan dan infrastruktur untuk mendukung pengisian cepat, sehingga penggunaan mesin hidrogen menjadi praktis dan efisien.
Berbeda dari mesin diesel dan kendaraan listrik, teknologi ini lebih cocok untuk alat berat berukuran besar yang memerlukan tenaga besar dan ketahanan tinggi.
Selain ekskavator, backhoe loader, dan telehandler, mesin ini juga dirancang untuk generator dengan standard emisi EU Stage V.
Meskipun harga resmi untuk pasar Indonesia dan global masih belum diumumkan, teknologi ini diperkirakan masuk segmen premium dengan biaya awal yang tinggi. Namun, manfaat berupa zero emission dan performa sekelas mesin diesel menjadikannya investasi yang menjanjikan.
JCB terus menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam mesin berat berkelanjutan dan membuka jalan menuju revolusi industri konstruksi yang lebih bersih dan efisien.
Spesifikasi Utama Mesin Hidrogen JCB
-
Jenis mesin: Pembakaran internal (ICE) berbahan bakar hidrogen
-
Konfigurasi: Empat silinder
-
Kapasitas: 4,8 liter
-
Tenaga dan torsi: Setara dengan JCB Dieselmax 448
-
Emisi: Nol emisi karbon (CO₂), sesuai standar EU Stage V
-
Penggunaan: Alat berat seperti ekskavator, backhoe loader, telehandler, dan generator
-
Pengisian bahan bakar: Hidrogen hijau dengan teknologi pengisian cepat**











