Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
BANDUNG, SWARAJOMBANG.COM– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memukau publik dengan mengubah mobil dinas Mercedes-Benz Sprinter menjadi ambulans berjalan canggih.
Inisiatif ini diluncurkan jelang mudik Lebaran 2026 untuk antisipasi darurat medis di Tol Cipali, prioritas pelayanan rakyat di atas kemewahan pribadi.
Saat ini, satu unit telah beroperasi penuh, dengan rencana empat unit Mercy dinas lainnya menyusul.
Ambulans ini dilengkapi fasilitas medis komprehensif. Pemeriksaan jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG) dan monitor vital real-time mendeteksi masalah kardiovaskular dini.

Sejenis inilah mobil ambulans Jawa Barat yang akan digunakan untuk melayani masyarakat umum saat Kebaran 2026. Grafis: Antara
Untuk ibu hamil, tersedia USG portabel, monitoring janin, serta ruang bersalin darurat lengkap inkubator bayi, alat steril, dan peralatan persalinan.
Dukungan tambahan meliputi tabung oksigen besar, defibrillator AED, kotak P3K lengkap, infus hanger, stretcher rel, wastafel steril, serta AC double blower untuk kenyamanan.
Jok lipat multifungsi dan sekat kaca geser memudahkan tim medis bekerja.
Operasional 24 jam dikelola tim dokter, perawat, paramedis, dan sopir terlatih dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar.
Mereka menggantikan ajudan gubernur, dilengkapi GPS tracking dan radio komunikasi untuk koordinasi posko mudik.
Biaya modifikasi belum dirinci resmi, tapi estimasi mencapai Rp1 miliar per unit, memanfaatkan aset inventaris existing tanpa belanja baru signifikan.
Inovasi ini lahir dari pengalaman mudik tahun sebelumnya, di mana ibu melahirkan di perjalanan.
KDM sendiri memilih Innova Zenix untuk dinas pribadi, tolak fasilitas mewah.
Total potensial lima unit Mercy siaga, tambah 200 ambulans bantuan Jabar lainnya. Gebrakan KDM ini dipuji sebagai langkah humanis, tingkatkan keselamatan pemudik di musim Lebaran.**











