Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Inflasi Jatim Maret 2026 Tembus 0,39 Persen, Cuaca Penyebabnya

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,39 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Maret 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan hingga energi menjadi faktor utama pendorong inflasi di bulan Ramadan tersebut.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 107,43 pada Maret 2025 menjadi 111,50 pada Maret 2026.

“Secara historis, Jawa Timur memang kerap mengalami inflasi saat Ramadan dan Idul Fitri, terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya, Kamis (2/3).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca turut berperan dalam mendorong kenaikan harga. Curah hujan selama Maret 2026 yang berada pada kategori menengah hingga tinggi berdampak pada terganggunya produksi, kualitas hasil panen, hingga distribusi sejumlah komoditas pangan.

Sejumlah komoditas mencatat kenaikan harga cukup signifikan. Daging ayam ras mengalami inflasi 4,66 persen dengan andil 0,09 persen, disusul daging sapi yang naik 4,87 persen dengan andil 0,04 persen. Bensin juga mengalami kenaikan 0,84 persen dengan kontribusi 0,04 persen terhadap inflasi.

Kenaikan tajam juga terjadi pada komoditas hortikultura. Tomat melonjak hingga 18,16 persen dengan andil 0,03 persen, cabai merah naik 16,12 persen, serta cabai rawit sebesar 2,96 persen.

Selain itu, udang basah mengalami inflasi 7,06 persen, telur ayam ras 2,05 persen, minyak goreng 1,71 persen, serta ikan bandeng 8,7 persen. Beberapa komoditas lain seperti beras, ikan mujair, anggur, dan jeruk juga turut menyumbang inflasi meski dengan andil yang lebih kecil.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,79 persen. Sementara inflasi tahun kalender, yakni Maret 2026 terhadap Desember 2025, mencapai 1,13 persen.

BPS juga mencatat seluruh 11 kabupaten/kota sampel mengalami inflasi. Kabupaten Gresik menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 0,98 persen, sedangkan Kota Surabaya mencatat inflasi terendah sebesar 0,13 persen.

Adapun daerah lain yang mengalami inflasi antara lain Sumenep 0,89 persen, Probolinggo 0,69 persen, Bojonegoro dan Jember masing-masing 0,65 persen, Madiun 0,49 persen, Tulungagung 0,47 persen, Kediri 0,41 persen, Banyuwangi 0,37 persen, serta Malang 0,34 persen.

Dengan tren ini, tekanan inflasi di Jawa Timur pada periode Ramadan menunjukkan pola musiman yang masih cukup kuat, terutama dipengaruhi oleh dinamika pasokan pangan dan kondisi cuaca.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Serapan Lulusan SMK Jatim Capai 91 Persen

12 Mei 2026 - 19:24 WIB

Peternakan Ayam Makin Banyak Karena MBG

12 Mei 2026 - 19:01 WIB

Ferry Warjiyo: Saya tak Mampu Menahan Sendiri, 1 Dolar Rp 17.520 Terburuk Dalam Sejarah RI

12 Mei 2026 - 13:26 WIB

ESDM: Mandatori B50 Tetap Juli 2026, Tapi Bisa Ditunda

11 Mei 2026 - 19:52 WIB

Seller Keluhkan Ongkir, Pemerintah Turun Tangan

10 Mei 2026 - 19:29 WIB

Demam AI Bikin Laptop Sepi Peminat

10 Mei 2026 - 19:18 WIB

Rumah Tipe Kecil Jadi Korban Terbesar Perlambatan Properti

8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Pegadaian Meraih Top Multifinance Call Center di Ajang CCSEA 2026, Rahasia Melayani Sepenuh Hati

7 Mei 2026 - 16:29 WIB

CNG Pengganti LPG Hemat Devisa Rp 137 T

5 Mei 2026 - 20:32 WIB

Trending di Ekonomi