Menu

Mode Gelap

Ekonomi

DKPP Madiun Gulirkan Bantuan 143 Ekor, Poktan Niti Utomo Dorong Penggunaan Pupuk dari Kotoran Kambing

badge-check


					Kelompok Tani Niti Utomo mendorong pengembangan pertanian secara organik,  menggunakan pupuk dari pewngolahan kotoran kambung. Foto: swarajombang.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

Kelompok Tani Niti Utomo mendorong pengembangan pertanian secara organik, menggunakan pupuk dari pewngolahan kotoran kambung. Foto: swarajombang.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Bambang Tjuk Winarno | Editor: Priyo Suwarno

MADIUN, SWARAJOMBANG.COM – Kelompok Tani (Poktan) “Niti Utomo” di Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini gencar mempromosikan pupuk organik untuk petani setempat.

Langkah ini mencerminkan kesadaran mereka dalam melestarikan ekosistem pertanian, dengan menetralkan nutrisi tanah agar tetap subur dan mendongkrak hasil panen.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun langsung menangkap peluang ini.

Mereka cepat menyediakan bantuan berupa peralatan pengolahan pupuk organik, termasuk ternak kambing, kandang, fasilitas pembuatan kompos, bak fermentasi, serta alat pendukung lainnya.

Fokus utama bantuan ini adalah mengolah limbah ternak menjadi pupuk ramah lingkungan, dikerjakan secara gotong royong oleh anggota Poktan demi kesejahteraan bersama.

DKPP berharap inisiatif ini memperbaiki kesuburan tanah, kurangi ketergantungan pada pupuk sintetis, tekan biaya produksi, serta tambah pendapatan petani lewat penjualan pupuk organik.

Lewat program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), sejak 11 Desember 2025, DKPP telah menyerahkan 143 ekor kambing beserta fasilitas pendukung ke Poktan “Niti Utomo”. Di antaranya, 13 ekor pejantan untuk perkembangbiakan.

“Kambing dari program UPPO ini dikelola 31 anggota Poktan, rata-rata 6-7 ekor per petani. Belum kami olah jadi pupuk sekarang, tapi akhir Februari sudah siap produksi,” ungkap Sunardi, Ketua Poktan “Niti Utomo”, saat ditemui di kandang ternak pada Senin (26/1/2026).

Sunardi menjelaskan, setiap petani bertanggung jawab atas pakan, kesehatan ternak, serta laporan kondisi hewan dan peralatannya.

Untuk produksi pupuk organik, proses fermentasi butuh 2-3 minggu. Sunardi optimistis, batch pertama akhir Februari nanti bisa hasilkan 5 kuintal pupuk bermerek “Poktan Niti Utomo”. Rencananya dijual Rp500 per kg, atau Rp2.000 per kemasan 20 kg ke sesama petani.

“Produksi baru akhir Februari karena fermentasi lama 2-3 minggu. Estimasi 5 kuintal pertama kami kemas 20 kg per bungkus, harga Rp2.000,” tambahnya.

Sunardi bercita-cita pupuk organik ini berkembang luas, tekan biaya bertani, jaga kelestarian lingkungan, pulihkan nutrisi tanah, dan tingkatkan hasil panen di wilayahnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PKB Mobil Listrik: Wuling AirEV Rp3,78 Juta, BYD Atto 1 Rp4,95 Juta

20 April 2026 - 21:04 WIB

Gara-gara Perang Harga Obat RI Bisa Naik

20 April 2026 - 20:52 WIB

PT JFC Gugat Nany Widjaja Rp21,4 M, karena Gagal Bangun Realestat di Jombang

19 April 2026 - 21:31 WIB

Macet di Kejaksaan dan KPK, Mark-up Lahan SMK Prambon dari Petani Rp 2,3 M Dibeli Pemkab Sidoarjo Rp 25,4 Miliar

19 April 2026 - 10:45 WIB

Pertamina Dex Rp 23.900/ L Harga BBM Per 18 April 2026, Awas Masih Bisa Naik Lagi!

18 April 2026 - 16:24 WIB

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

18 April 2026 - 11:13 WIB

Kejati Tetapkan Tiga Pejabat Utama ESDM Pemprov Jatim, Tersangka Pemerasan Izin Pertambangan

17 April 2026 - 23:34 WIB

Sinyal Menteri ESDM, BBM Nonsubsidi Penyesuaian Harga dalam Waktu Dekat

17 April 2026 - 20:25 WIB

Rp 97,8 Triliun Jadi Incaran Investor Global di KEK Industri Halal Sidoarjo

17 April 2026 - 20:13 WIB

Trending di Ekonomi