Menu ✖

Otomatis

Headline

Dituduh Langgar UU ITE, Ketua Madas M Taufik Melaporkan Wawali Armuji ke Polda Jatim

badge-check

Ketua Madas Swedarah M Taufik (tengah) bersama beberapa lawyernya mendatangani Polda Jatim melaporkan wakil walikota Surabaya  H Armuji, terkait dugaan pelanggaran UU ITE. Foto: kompas.jatim.com Perbesar

Ketua Madas Swedarah M Taufik (tengah) bersama beberapa lawyernya mendatangani Polda Jatim melaporkan wakil walikota Surabaya H Armuji, terkait dugaan pelanggaran UU ITE. Foto: kompas.jatim.com

Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM – Ketua Ormas Madas Sedarah, Moh Taufik, resmi melaporkan akun media sosial @Cakj1 milik Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke Polda Jatim pada Senin (5/1/2026).

Laporan ini menuding akun tersebut menyebarkan hoaks, fitnah, dan provokasi terkait kasus pengusiran Nenek Elina, yang berujung kerusuhan di kantor Madas Sedarah di Wonokromo, Surabaya.

Kasus ini berawal dari pengusiran paksa dan perusakan rumah Nenek Elina Widjajanti (80 tahun) di Dukuh Kuwukan, Surabaya, pada 6 Agustus 2025.

Polda Jatim telah menangkap empat tersangka yang ditahan di Rutan Polda Jatim, dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan perusakan dengan ancaman hukuman hingga 5,5 tahun penjara. Tersangka tersebut:

  • Samuel Adi Kristanto (alias SAK), diduga dalang utama.

  • Muhammad Yasin (alias MY).

  • SY (alias Klowor, 56 tahun), ditangkap di warung kopi Jalan Bintang Diponggo pada 30 Desember 2025.

  • WE (40 tahun), ditangkap di Kecamatan Tandes pada 31 Desember 2025, berperan menyuruh SY menjaga rumah.

Penyidik masih mengembangkan kemungkinan tersangka lain dalam kasus viral ini.

Dugaan Pelanggaran Akun @Cakj1

Taufik menyoroti konten @Cakj1 sejak 24 Desember 2025 yang dinilai melanggar UU ITE, termasuk pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, dan narasi rasisme.

Akun tersebut dituduh mem-framing Madas Sedarah seolah terlibat dalam kasus Nenek Elina dengan menggunakan atribut ormasnya—klaim yang dibantah Taufik karena tidak ada bukti atribut Madas dipakai.

Konten itu juga memprovokasi aksi premanisme terhadap kantor Madas di Wonokromo. “Premanisme harga mati harus diberantas,” tegas Taufik saat audiensi di Mapolda Jatim, yang dikonfirmasi media lokal hari itu. Ia membentuk tim pengacara untuk mengawal proses hukum.

Pernyataan Taufik ditindaklanjuti Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi yang membentuk Satuan Tugas Anti Premanisme dan Mafia Tanah.

Langkah ini merujuk pada perilaku pelanggaran hukum, termasuk puncak kasus pengusiran keji terhadap Nenek Elina. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gudang Alat Bor Ludes Dilalap Api

2 Nov 2026 - 18:22 WIB

Gudang Alat Bor Ludes Dilalap Api

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Okt 2026 - 10:16 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Okt 2026 - 15:48 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

Tiga Bulan Gelar Operasi Sarang Narkoba, Polres Jombang Ungkap 41 Kasus 

26 Okt 2026 - 13:32 WIB

Tiga Bulan Gelar Operasi Sarang Narkoba, Polres Jombang Ungkap 41 Kasus 

Kapolres Jombang Ajak Jemaat Gereja Jaga Kamtibmas

26 Okt 2026 - 13:09 WIB

Kapolres Jombang Ajak Jemaat Gereja Jaga Kamtibmas

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Okt 2026 - 12:33 WIB

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Okt 2026 - 12:14 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Okt 2026 - 11:21 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Okt 2026 - 11:03 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas
Trending di Hukum