Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mencuat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjelang akhir minggu pertama Januari 2026.
Dinas Peternakan (Disnak) setempat melaporkan 28 ekor sapi terinfeksi PMK di berbagai kecamatan. Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, menyebut Kecamatan Jogoroto sebagai wilayah dengan kasus terbanyak.
“Jumlah kasus di awal 2026 ini masih jauh lebih sedikit ketimbang periode serupa tahun sebelumnya,” kata Saleh saat ditemui di kantornya, Jumat (16/1/2026).
Berdasarkan data resmi Disnak per 13 Januari 2026, berikut rincian distribusi kasus PMK di Jombang:
| Kecamatan | Jumlah Kasus |
|---|---|
| Jogoroto | 11 |
| Jombang | 3 |
| Perak | 3 |
| Bandarkedungmulyo | 2 |
| Bareng | 2 |
| Gudo | 2 |
| Sumobito | 2 |
| Kudu | 1 |
| Mojowarno | 1 |
| Peterongan | 1 |
“Salah satunya dengan penyemprotan desinfektan secara rutin di pasar-pasar hewan serta terus menggencarkan program vaksinasi PMK,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penyemprotan desinfektan dilakukan setiap dua minggu sekali di sejumlah pasar hewan.
“Penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,” terangnya. Terkait penyebab munculnya kembali PMK, pihaknya menyebut ada beberapa faktor utama.
Di antaranya karena kondisi cuaca yang memasuki puncak musim penghujan sehingga lingkungan menjadi lebih lembap dan mendukung perkembangan virus PMK.
“Selain faktor cuaca, masih terdapat ternak yang belum tervaksin PMK, terutama pedet. Ditambah lagi adanya pemasukan sapi dari luar Jombang yang riwayat vaksinasinya belum jelas,” tuturnya.
Penyemprotan dilakukan setiap dua minggu di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.
Saleh menyoroti pemicu kembalinya PMK, antara lain musim hujan yang mencapai puncak sehingga menciptakan lingkungan lembap ideal bagi virus.
Faktor lain mencakup ternak muda (pedet) yang belum divaksinasi serta masuknya sapi dari luar daerah dengan riwayat vaksinasi tak jelas.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan peternak. “Segera laporkan jika ternak menunjukkan gejala seperti lepuh di mulut dan kaki. Pisahkan hewan sakit dan ikuti vaksinasi gratis dari pemerintah daerah,” pesannya.**











