Penulis: Arief Hendro Soesantyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Warga di sekitar Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit, Jombang, dikejutkan oleh kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang plastik di wilayah tersebut, Senin sore, 24 November 2025.
Api besar dengan asap hitam pekat membumbung tinggi, memaksa warga berhamburan keluar rumah demi menghindari bahaya.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Bhirawa, mengingatkan meski musim hujan telah datang, masyarakat tetap harus waspada terhadap risiko kebakaran. “Kecepatan penanggulangan akan sangat tergantung pada seberapa cepat laporan dari warga sampai ke petugas Damkar,” ujarnya, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan bencana kebakaran.
Diduga api berasal dari korsleting listrik pada mesin produksi di gudang yang sedang dalam proses renovasi tersebut. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kebakaran ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap sistem kelistrikan di fasilitas industri guna mencegah kejadian serupa.
Tim pemadam kebakaran Kabupaten Jombang segera dikerahkan dengan 4 hingga 5 unit mobil damkar untuk memadamkan api dan mengamankan area agar api tidak menjalar ke bangunan sekitar, termasuk di kawasan residensial dekat Palem Asri.
Kebakaran ini bukan kejadian pertama yang terjadi di Jombang dalam bulan ini. Pada 2 November 2025 dini hari, sebuah rumah di Dusun Nglele, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, juga hangus terbakar akibat korsleting listrik. Meski tanpa korban jiwa, kerugian material cukup besar mencapai sekitar Rp 30 juta.
Insiden berulang ini menjadi seruan kuat bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjaga instalasi kelistrikan serta menerapkan protokol keamanan.
Pihak berwenang di Jombang pun terus mengingatkan bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi antara masyarakat dan aparat sangat krusial untuk menghindari bencana kebakaran yang bisa menimbulkan kerugian besar. **











