Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
MALANG, SWARAJOMBANG.COM- Sering kali, orang merasa cemas dan gelisah. Perasaan ini digambarkan seperti seekor anjing yang tidak pernah tenang.
“Dia berada di bawah meja ini gelisah. Pindah ke sudut sana gelisah. Pindah ke sudut situ gelisah,” tutur Banthe Pannavaro Maharera dalam wejangannya. Anjing itu terus berpindah, keluar masuk, seolah-olah “tidak ada tempat yang nyaman.”
Namun, sumber kegelisahan anjing itu bukan datang dari tempat-tempat di sekitarnya. “Sebetulnya yang membuat anjing itu tidak nyaman bukan tempat-tempat ini,” jelas Banthe.
Anjing itu gelisah karena ada masalah di kepalanya. Di sana, terdapat koreng, dan di koreng itu ada belatungnya. “Belatung yang ada di koreng anjing itu yang membuat anjing itu tidak tenang.”
Intinya, selama belatung itu tidak dibuang, “ya kemana-mana kalau belatungnya tidak dibuang, ya dia tidak tenang.”
Bebaskan Pikiran dari Kotoran
Sama seperti anjing itu, kegelisahan kita juga bersumber dari dalam diri sendiri, yaitu dari pikiran kita. Jika Anda tidak bisa mengelola pikiran, Anda akan terus merasa tidak tenang. Untuk mencapai kedamaian, kita harus membebaskan pikiran dari hal-hal yang “kasar.”
Hal-hal kasar ini termasuk “keserakahan, iri, hati, kebencian, kemarahan,” hingga perasaan yang paling halus, yaitu keakuan.
Jika kotoran-kotoran pikiran ini “tidak dieliminasi, tidak dikurangi, ya,” maka hidup akan terus bermasalah. Banthe menjelaskan bahwa kondisi ini akan terjadi pada siapa pun, tanpa memandang status.
“Tidak ada bedanya kehidupan ini, yang kaya, yang sedang-sedang, yang pria, yang wanita, ya. Problem terus-menerus, tidak pernah. Tidak pernah berhenti, tidak pernah tenang.”
Kunci ketenangan adalah menyadari bahwa masalah itu berasal dari batin. “Karena sebetulnya problem itu ya, defilement itu, kotoran itu ya, pikiran kita yang menciptakan sendiri.”
Dengan membersihkan dan mengelola pikiran kita, barulah kita dapat menemukan kedamaian yang sejati,wejangan ini diunggah sebulan lalu di IG YoungBudhist.











