Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Barang Sitaan Kejati Lampung Rp 45 M Lebih, Kasus Korupsi SPAM di Pasarawan Rp 8,2 M

badge-check


					Armen Wijaya, Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung. Hari ini, Rabu 10 Desember 2025, menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil penggeledahan dan penyitaan aset terkait dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2022 di Kabupaten Pesawaran senilai Rp 8,2 miliar. Foto: Instagram@lampunggehnews Perbesar

Armen Wijaya, Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung. Hari ini, Rabu 10 Desember 2025, menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil penggeledahan dan penyitaan aset terkait dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2022 di Kabupaten Pesawaran senilai Rp 8,2 miliar. Foto: Instagram@lampunggehnews

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

LAMPUNG, SWARAJOMBANG.COM- Armen Wijaya, Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung, Rabu 10 Desember 2025,  menggelar konferensi pers untuk  menyampaikan hasil penggeledahan dan penyitaan aset terkait dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2022 di Kabupaten Pesawaran senilai Rp 8,2 miliar.

Kasus ini melibatkan mantan Bupati Pesawaran dua periode, Dendi Ramadhona, sebagai salah satu tersangka, dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.​

Penyidik melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran, termasuk rumah pribadi Dendi Ramadhona di Kecamatan Tanjung Karang Timur, rumah dinas, serta enam kecamatan lain seperti Tanjung Karang Barat, Rajabasa, Kemiling, Gedong Tataan, dan Way Lima.

Dari penggeledahan tersebut, kami menyita berbagai aset untuk upaya asset recovery guna pemulihan kerugian keuangan negara, dengan total nilai taksiran mencapai Rp 45,27 miliar.

Barang-barang yang disita meliputi rumah mewah, 26 sertifikat tanah dan bangunan senilai Rp 41 miliar (meski atas nama pihak lain tapi diduga dikuasai tersangka), uang tunai Rp 2,2 miliar termasuk mata uang asing, logam mulia/emas, 40 tas bermerek senilai Rp 800 juta, empat unit mobil, serta empat unit sepeda motor termasuk satu Harley Davidson klasik senilai sekitar Rp 1 miliar.​

Proyek SPAM ini awalnya disetujui Kementerian PUPR dengan dana Rp 8,2 miliar pada 2022, namun dilaksanakan dengan rencana baru yang berbeda oleh Dinas PUPR Pesawaran, menyebabkan penyimpangan.

Total lima tersangka telah ditetapkan, termasuk Dendi Ramadhona yang menjabat Bupati Pesawaran periode 2016-2024 dan suami Bupati saat ini, Nanda Indira. Penyitaan aset ini tersebar dari rumah pribadi hingga rumah dinas.​

Kejati Lampung berkomitmen menelusuri dan menyita seluruh aset hasil korupsi untuk memberikan efek jera serta memulihkan keuangan negara. Penyidikan masih berlanjut, dan aset sitaan bisa bertambah jika ditemukan bukti baru. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Bulan Gelar Operasi Sarang Narkoba, Polres Jombang Ungkap 41 Kasus 

26 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Jombang Ajak Jemaat Gereja Jaga Kamtibmas

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Polisi Bersama Petani Desa Cek Pertanian Jagung

14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Trending di Hukum