Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
ACEH PIDIE, SWARAJOMBANG.COM – Banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (24/12/2025), akibat hujan deras yang memicu luapan Sungai Krueng Meureudu, Keude Meureudu, dan Ule Gule.
Muhammad Nur, ST, Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, memastikan tidak ada korban jiwa baru, dengan evakuasi cepat ke dataran tinggi dan pemantauan 24 jam oleh tim gabungan.
Banjir melanda sekitar 20 gampong di tiga kecamatan utama: Bandar Dua, Meureudu, dan Meurah Dua. Ketinggian air mencapai 1-2 meter di permukiman rendah dekat sungai, termasuk desa Hus, Mang, Kru, Blang (Bandar Dua); serta Pante Beureune, Beurawang, Geunteung, dan Meunasah Lhok (Meureudu). Posko pengungsian sempat terendam, tetapi warga dievakuasi aman tanpa laporan hilang atau luka.
Pagi ini, Kamis (25/12/2025), air sudah surut di sebagian besar wilayah, meski lumpur tersisa di beberapa titik. BPBD terus memantau potensi longsor susulan dan genangan air.
Lokasi Terdampak
Desa-desa di Kecamatan Bandar Dua (seperti Hus, Mang, Kru, dan Blang) serta Meureudu (termasuk Pante Beureune, Beurawang, Geunteung, dan Meunasah Lhok) mengalami genangan air cepat. Sekitar 20 gampong di tiga kecamatan utama terendam, termasuk posko pengungsian yang ikut basah. Warga dievakuasi ke tempat lebih tinggi, dengan imbauan untuk tetap waspada.
Pada 25 Desember 2025 pagi, air banjir sudah surut di sebagian besar wilayah Pidie Jaya, meski genangan lumpur tersisa di beberapa titik. BPBD Pidie Jaya memastikan warga dan pengungsi aman tanpa kepanikan, sambil membersihkan sisa air. Pemantauan intensif berlanjut oleh petugas gabungan.
Respon Penanganan
BPBD dan unsur terkait seperti Polsek Pandrah melakukan evakuasi dan pemutakhiran data dampak. Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyatakan situasi terkendali dengan fokus pada keamanan pengungsi. Jumlah pengungsi spesifik masih didata, tapi tidak ada laporan korban hilang atau luka dari banjir susulan ini.
Banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, pada 24 Desember 2025 terutama melanda Kecamatan Bandar Dua dan Meureudu, dengan ketinggian air 1-2 meter di sebagian besar lokasi terdampak. Daftar desa spesifik mencakup Hus, Mang, Kru, dan Blang di Bandar Dua, serta Pante Beureune, Beurawang, Geunteung, dan Meunasah Lhok di Meureudu. Total sekitar 20 gampong di tiga kecamatan utama terendam, meskipun data per desa belum dirinci secara lengkap oleh BPBD.
-
Evakuasi Cepat: Tim BPBD, Polsek Pandrah, dan unsur terkait memindahkan warga ke lokasi aman, prioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
-
Pemantauan Intensif: Tim gabungan berjaga 24 jam untuk deteksi dini risiko baru, termasuk pembersihan kayu gelondongan yang menyumbat aliran sungai.
-
Koordinasi Lintas Sektor: Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyatakan situasi terkendali dengan fokus pada keamanan pengungsi. Data jumlah pengungsi masih diupdate, tapi tidak ada kepanikan dilaporkan.
Catatan: Pidie Jaya pernah catat 29 korban jiwa dari banjir sebelumnya, sehingga protokol kali ini menekankan kewaspadaan ekstra.
Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
BPBD mengimbau warga:
-
Hindari aktivitas di bantaran sungai atau area rawan longsor.
-
Pantau prakiraan cuaca BMKG dan siaga hujan deras.
-
Siapkan tas darurat berisi obat, makanan, dan dokumen penting.
-
Laporkan segera genangan air atau kerusakan infrastruktur ke BPBD Pidie Jaya (kontak: [nomor resmi BPBD]).
Pemantauan berlanjut hingga situasi sepenuhnya aman. Update terbaru dapat diakses melalui situs resmi BPBD Aceh.











