Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG-Insiden operasional yang terjadi antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), menyebabkan gangguan pada 13 perjalanan kereta api jarak jauh hari ini.
Sebelumnya, insiden tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 sekitar pukul 20.52 WIB dan melibatkan PLB 5568A relasi CL KPB–CKR dengan PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
“Dampak peristiwa tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan penyesuaian perjalanan kereta api dengan mengutamakan keselamatan dan mendukung proses penanganan di lokasi,” demikian tertulis dalam pengumuman resmi di akun media sosial KAI, Selasa (28/4/2026).
Pada 28 April 2026, terdapat 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang dibatalkan. Berikut daftar perjalanan yang terkena pembatalan hari ini:
No. KA Nama KA Rute
117B Gunungjati Cirebon-Gambir
56F-53F Purwojaya Cilacap-Gambir
58F-59F Purwojaya Gambir-Cilacap
143B Madiun Jaya Madiun-Pasarsenen
17 Argo Sindoro Semarang Tawang-Gambir
75B Mataram Solo Balapan-Pasarsenen
163 Gumarang Surabaya Pasarturi-Pasarsenen
149 Singasari Blitar-Pasarsenen
94-91 Jayabaya Malang-Pasarsenen
61B Manahan Solo Balapan-Gambir
257 Progo Lempuyangan-Pasarsenen
29F Argo Anjasmoro Surabaya Pasarturi-Gambir
175 Menoreh Semarang Tawang-Pasarsenen
Terkait peristiwa ini, KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bagi pelanggan yang terdampak pembatalan berhak mendapatkan pengembalian bea tiket 100% dengan masa pengajuan hingga 7 hari ke depan.
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau WhatsApp 0811-2223-3121.
Dalam pengumumannya, KAI mengaku terus mengupayakan pemulihan perjalanan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar. Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” tutur manajemen. ***











