Penulis: Jacobus E. Lato | Editot: Priyo Suwarno
WASHINGTON, SWARAJOMBANG.COM- Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan pengurangan tarif impor kepada Cina jika ByteDance, perusahaan induk TikTok, bersedia menjual aplikasi tersebut kepada pembeli non-Cina.
Hal ini terkait dengan kekhawatiran keamanan nasional AS atas potensi penggunaan TikTok untuk mengumpulkan data warga Amerika oleh pemerintah Cina.
Trump sebelumnya menaikkan tarif impor sebesar 20% untuk barang dari Cina sebagai bagian dari strategi ekonominya. Namun, ia mengungkapkan bahwa pengurangan tarif dapat menjadi alat tawar-menawar dalam negosiasi terkait penjualan TikTok.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Cina bisa mendapatkan keringanan tarif impor, asalkan negara Tirai Bambu itu menyetujui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok (ByteDance) yang selama ini menjadi perdebatan. Pasalnya, Cina mendapat genderang perang dagang Trump di posisi atas dengan tarif timbal balik sebesar 34 persen.
ByteDance diberi tenggat waktu hingga 5 April 2025 untuk mencapai kesepakatan, atau TikTok akan menghadapi larangan di AS.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Cina bisa mendapatkan keringanan tarif impor, asalkan negara Tirai Bambu itu menyetujui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok (ByteDance) yang selama ini menjadi perdebatan.
Pasalnya, Cina mendapat genderang perang dagang Trump di posisi atas dengan tarif timbal balik sebesar 34 persen.
Mengutip Reuters pada Jumat, 4 April 2025, di atas Air Force One, Trump bakal menggunakan TikTok sebagai contoh bagaimana tarif dapat digunakan untuk bernegosiasi dengan negara lain. “Kita bisa menggunakan tarif untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasannya,” kata Trump.
Ancaman larangan itu dikarenakan kekhawatiran keamanan nasional AS, privasi data, dan pengaruh geopolitik, dengan argumen bahwa ByteDance, perusahaan induk TikTok, berkedudukan di Cina. Trump mengeklaim pemerintahannya ‘sangat dekat’ untuk mencapai kesepakatan TikTok, dengan banyak investor yang terlibat.
Trump membuat komentar ini sehari setelah dia mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor ke AS dan bea yang lebih tinggi untuk 58 negara mitra dagang terbesar di negara itu.
ByteDance, perusahaan induk TikTok, diperkirakan akan menawarkan harga jual TikTok dalam kisaran antara $40 miliar hingga $50 miliar (setara dengan Rp 828 triliun) jika mereka memutuskan untuk menjual operasi aplikasi tersebut di Amerika Serikat. Ini merupakan estimasi yang disampaikan oleh analis yang mempertimbangkan basis pengguna dan pendapatan TikTok di AS.
Selain itu, valuasi keseluruhan ByteDance saat ini mencapai sekitar $300 miliar, atau sekitar Rp 4.769 triliun, berdasarkan informasi terbaru. Namun, angka spesifik untuk penjualan TikTok belum dikonfirmasi secara resmi oleh ByteDance.
Persoalannya apakah ByteDance mau menjual ke Amerika Serikat? **