Menu ✖

Otomatis

Kesehatan

Studi Baru, Sukralosa Bisa Gagalkan Diet Anda, Ini Mekanismenya

badge-check

Studi Baru, Sukralosa Bisa Gagalkan Diet Anda, Ini Mekanismenya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

NEWYORK-SWARAJOMBANG.COM: Sukralosa merupakan pemanis buatan tanpa kalori yang memiliki tingkat kemanisan 600 kali lebih tinggi dibandingkan gula biasa. Biasanya, sukralosa digunakan sebagai pengganti gula, khususnya bagi penderita diabetes maupun individu yang ingin mengurangi konsumsi gula.

Dalam penggunaannya sehari-hari, sukralosa sering menjadi bahan pemanis untuk berbagai minuman, seperti kopi atau teh dengan label rendah kalori (zero sugar), minuman bersoda berlabel diet atau less sugar, serta makanan ringan atau camilan berlabel sugar-free. Sukralosa juga dapat ditemukan dalam kue atau biskuit dengan label diabetic-friendly yang aman bagi penderita diabetes.

Keunggulan lain dari sukralosa adalah daya tahan terhadap panas, sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses memasak atau memanggang. Selain itu, sukralosa telah dinyatakan aman oleh FDA (Amerika Serikat) dan BPOM.

Namun, baru-baru ini para peneliti mengungkap fakta yang mengejutkan mengenai sukralosa sebagai pemanis buatan. Ternyata, konsumsi sukralosa dapat mempengaruhi aktivitas otak dengan meningkatkan rasa lapar, yang dalam jangka panjang berpotensi mendorong peningkatan konsumsi kalori.

Baca juga: Kisah 4 Tahun Lalu Berujung Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bersiap Tempuh Jalur Hukum

Baca juga: Berjarak 1000 KM dari Gempa Namun Bangkok Terdampak Parah, Ini Sebabnya

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Metabolism dan dikutip dari Medical Daily pada Kamis (27/3), peneliti meneliti dampak sukralosa terhadap rasa lapar dengan cara mengamati aktivitas otak di bagian hipotalamus—area yang berperan dalam pengaturan nafsu makan dan berat badan—melalui studi yang melibatkan 75 peserta.

Peserta diminta mengonsumsi air, minuman dengan pemanis sukralosa, atau minuman yang diberi pemanis gula biasa, sebelum menjalani berbagai tes, termasuk pemindaian MRI, tes darah, dan pengukuran tingkat rasa lapar.

Hasil MRI menunjukkan adanya peningkatan aktivitas otak pada mereka yang mengonsumsi sukralosa, serta perubahan pola komunikasi antara hipotalamus dan area lain di otak. Dibandingkan peserta yang mengonsumsi gula biasa, individu yang meminum sukralosa dilaporkan mengalami rasa lapar yang lebih besar.

Tes darah juga mengungkap bahwa sukralosa tidak mampu meningkatkan kadar hormon utama, seperti insulin dan glukagon-like peptide 1 (GLP-1), yang berperan memberikan sinyal rasa kenyang kepada tubuh.

Tubuh membutuhkan hormon-hormon ini untuk memberi sinyal ke otak bahwa kalori telah dikonsumsi, guna mengurangi rasa lapar.

“Namun sukralosa tidak memiliki efek itu dan perbedaan respons hormon terhadap sukralosa dibandingkan dengan gula bahkan lebih jelas pada peserta dengan obesitas,” kata penulis korespondensi studi sekaligus profesor kedokteran di Keck School of Medicine, Dr. Kathleen Alanna Page, dalam rilis berita.

Peneliti juga mengungkap alasan di balik temuan tersebut. Page menyatakan bahwa ketika otak merasakan rasa manis, ia mengharapkan adanya lonjakan energi yang ternyata tidak terjadi dengan konsumsi sukralosa.

Ketidaksesuaian antara rasa manis dan jumlah kalori ini dapat menyebabkan kebingungan pada sinyal lapar di otak, sehingga memperkuat rasa lapar serta mengubah pola makan seseorang.

“Jika tubuh Anda mengharapkan kalori karena rasa manis, tetapi tidak mendapatkan kalori yang diharapkan, hal itu dapat mengubah cara otak dipersiapkan untuk menginginkan zat tersebut dari waktu ke waktu,” kata Dr. Page.

Peneliti kini tengah melakukan studi lanjutan untuk mendalami dampak pemanis bebas kalori terhadap perkembangan otak anak-anak dan remaja, yang diketahui merupakan konsumen utama gula dan pengganti gula.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pengin Jadi Sexy Mom, Jennifer Lawrence Operasi Payudara

30 Okt 2026 - 19:49 WIB

Pengin Jadi Sexy Mom, Jennifer Lawrence Operasi Payudara

Indonesia Teratas di Asia Sebagai Negara Paling Ramah Wisatawan

29 Okt 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Teratas di Asia Sebagai Negara Paling Ramah Wisatawan

9 Dewa Gitar Termasuk Rhoma Irama Ramaikan Konser Guns N’ Roses

23 Okt 2026 - 19:12 WIB

9 Dewa Gitar Termasuk Rhoma Irama Ramaikan Konser Guns N’ Roses

The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu, Berkat Totalitas Caitlin Halderman

22 Okt 2026 - 19:13 WIB

The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu, Berkat Totalitas Caitlin Halderman

Intip Deretan Drama China Terbaru yang Tayang Oktober 2026

18 Okt 2026 - 20:23 WIB

Intip Deretan Drama China Terbaru yang Tayang Oktober 2026

Inilah Deretan Aktris Hollywood Calon Bond Girl 2026

9 Okt 2026 - 19:19 WIB

Inilah Deretan Aktris Hollywood Calon Bond Girl 2026

Isinya Video Semua, Kini Facebook Mirip TikTok

7 Okt 2026 - 21:32 WIB

Isinya Video Semua, Kini Facebook Mirip TikTok

Misteri Coretan Angelina Jolie: Surat Terima Kasih atau Resep Medis?

5 Okt 2026 - 19:59 WIB

Misteri Coretan Angelina Jolie: Surat Terima Kasih atau Resep Medis?

Nana Bikin Kontroversi Soal Adegan Berani dalam The Scandal

22 Sep 2026 - 20:01 WIB

Nana Bikin Kontroversi Soal Adegan Berani dalam The Scandal
Trending di Lifestyle