Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Gubernur Khofifah Pastikan Kampung Manik-manik Jombang Masuk Desa Devisa

badge-check


					Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat penjelasan perihal proses pembuatan manik-manik dari Kepala Desa Plumbon Gambang, Nurwakit, Sabtu (12/2/2022) Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat penjelasan perihal proses pembuatan manik-manik dari Kepala Desa Plumbon Gambang, Nurwakit, Sabtu (12/2/2022)

Penulis: Hadi S Purwanto | Editor: Hadi S Purwanto

JOMBANG, SWARAJOMBANG.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang, Jawa Timur masuk desa deviva.

Hal itu ditegaskan Khofifah saat mengunjungi perajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Sabtu (12/2/2022) sore.

“Saya pikir ini sudah memenuhi syarat. Punya produk yang unik, ada pekerjanya, punya kelompok, ada tempat display (toko),” ujarnya.

Didampingi Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Sekdakab Agus Purnomo, Camat Gudo Arif Hidayat, Kepala Desa Plumbon Gambang Nurwakit, Khofihah menegaskan kalau masuk desa devisa produk kerajinan manik-manik ini akan dibantu desainnya, pembiayaan dan akses pasarnya.

Khofifah sempat melihat bagaimana proses pembuatan manik-manik yang berbahan dasar kaca sampai menjadi produk jadi.

Untuk menjadi desa devisa, sebuah desa harus memiliki beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank (LPEI). Di antaranya memiliki produk mandiri, bernilai unik, dan memiliki potensi perluasan pasar.


Sedangkan beberapa persyaratan yang ditetapkan LPEI itu sudah dimiliki oleh Desa Plumbon Gambang.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Nurwakit yang mendapingi Gubernur Khofifah mengatakan, kerajinan manik-manik itu mulai dirintis sejak tahun 1970-an.

Saat itu mulanya memproduksi mata cincin (semacam akik) dan berkembang menjadi berbagai asesoris.

Nurwakit yang juga pelopor Asosiasi Perajin Manik dan Asesoris (APMA) itu menyatakan, pada perkembangannya para perajin itu akhirnya memproduksi manik-manik dengan mengopi asesoris kalung suku Dayak, Kalimantan.

Pada tahun 1990-an kerajinan itu akhirnya berkembang pesat setelah Nurwakit dan kawan-kawan membuka pasar manik-manik di Bali sampai akhirnya terkenal sampai manca Negara.

“Dari para turis itu akhirnya manik-manik menyebar ke berbagai negara,” papar Nurwakit.

Menjelang akhir 1990-an, manik-manik itu banyak dipesan dari Thaolan, Australia, Amerika, Afrika dan beberapa Negara lain.

“Saat krisis moneter itu manik-manik justru menjadi booming,” terang Nurwakit kepada SWARAJOMBANG.com.

Saat ini, tambahnya, di Desa Plumbon Gambang sudah ada sekitar 125 kelompok perajin manik-manik dengan sekitar 1.000 perajin.

“Kami sangat berterima kasih jika Desa Plumbon Gambang bisa menjadi desa devisa. Dengan demikian akan mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paling Lambat 30 September, Tokopedia Kembalikan Dana Pajak Penjual Akibat PPH 22 Ditunda

9 Agustus 2026 - 19:39 WIB

PPATK: Ada 6 Juta Transaksi Judol Selama Piala Dunia

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Trending di Ekonomi