Menu

Mode Gelap

Hukum

Donald Trump Pindahkan 238 Tahanan Kelompok Geng Venezuela ke Penjara El Salvador

badge-check


					Beginilahj cara Amerika Serikat mengurangi risiko dan tanggung jawab mengurus tahanan dari kaum geng Venezuela, mereka dikirim ke penjara super maksimim keamanan di El Salvador, Senin 16 Maret 2025, waktu setempat. Tangkap layar video instagram@manado.times Perbesar

Beginilahj cara Amerika Serikat mengurangi risiko dan tanggung jawab mengurus tahanan dari kaum geng Venezuela, mereka dikirim ke penjara super maksimim keamanan di El Salvador, Senin 16 Maret 2025, waktu setempat. Tangkap layar video instagram@manado.times

NEW YORK, SWARAJOMBANG.COM- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini memindahkan 238 anggota geng Venezuela ke penjara super maksimum di El Salvador, meskipun terdapat keputusan pengadilan yang melarang tindakan tersebut.

Pemindahan ini melibatkan anggota geng Tren de Aragua dan beberapa anggota geng internasional MS-13, yang tiba di El Salvador pada 16 Maret 2025.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengungkapkan di media sosial bahwa para tahanan akan ditahan di Pusat Penahanan Terorisme (Cecot) selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan.

Bukele juga mengolok-olok keputusan hakim yang memblokir pemindahan tersebut, menulis “Ups, terlambat” di unggahannya.

Pemerintah AS berargumen bahwa pemindahan tersebut diperlukan untuk menangani individu yang terlibat dalam kejahatan serius seperti penculikan dan pembunuhan. Namun, hakim James Boasberg sebelumnya telah memblokir penggunaan undang-undang masa perang yang digunakan oleh Trump untuk mempercepat deportasi ini.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas tindakan presiden dalam hal urusan luar negeri dan deportasi teroris asing.

Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan pemerintah El Salvador belum memberikan komentar resmi mengenai pemindahan ini.

Alasan utama Donald Trump memindahkan 238 tahanan anggota geng Venezuela ke penjara dengan keamanan tinggi di El Salvador adalah untuk menangani individu yang terlibat dalam kejahatan serius, termasuk penculikan dan pembunuhan.

Pemerintah AS berpendapat bahwa pemindahan ini diperlukan untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh anggota geng tersebut terhadap keamanan nasional dan masyarakat di AS.

Trump menggunakan undang-undang masa perang untuk mempercepat proses deportasi ini, meskipun ada keputusan pengadilan yang melarang tindakan tersebut.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas tindakan presiden dalam hal urusan luar negeri dan deportasi teroris asing.

Kerja Sama

Kerja sama antara Amerika Serikat dan El Salvador dalam penanganan tahanan geng Venezuela mencakup beberapa aspek penting:

  • Pemindahan Tahanan: Pada 16 Maret 2025, AS memindahkan 238 anggota geng Venezuela, termasuk Tren de Aragua dan MS-13, ke Pusat Penahanan Terorisme di El Salvador. Meskipun ada keputusan pengadilan yang melarang pemindahan tersebut, tindakan ini tetap dilakukan oleh pemerintahan Trump.
  • Kesepakatan Sewa Penjara: Sebelumnya, Presiden El Salvador Nayib Bukele menawarkan fasilitas penjara untuk menampung penjahat berbahaya yang dideportasi dari AS. Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Bukele mengusulkan agar pemerintah AS dapat menyewa penjara di El Salvador untuk menampung imigran ilegal yang dianggap berbahaya.
  • Biaya dan Durasi Penahanan: Bukele menyatakan bahwa biaya sewa penjara akan rendah, tetapi tidak mengungkapkan jumlah pastinya. Tahanan akan ditahan selama satu tahun dengan kemungkinan perpanjangan.
  • Dukungan dari Pemerintah AS: Juru bicara Gedung Putih membela pemindahan ini sebagai langkah untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang dianggap mendesak. Pemerintah AS menggunakan hukum perang untuk mendeportasi para anggota geng tersebut.

Kerja sama ini menunjukkan upaya kedua negara untuk menangani masalah kriminalitas lintas negara dan imigrasi ilegal, meskipun terdapat kontroversi dan tantangan hukum yang menyertainya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Siswi SMPN Kepanjen Malang Jadi Korban Pelecehan Guru, Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:34 WIB

Bergulat Lawan Pencuri Motor, Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak di Kepala

10 Mei 2026 - 17:42 WIB

Beroperasi Sejak 2017, Poltabes Ringkus 14 Sindikat Perjokian Tes Masuk ke Unesa Surabaya

8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Catur Adi: Saya Minta Dihukum Mati Saja! Hakim Tipikor Vonis 13 Penjara Dirut Persiba Balikpapan

8 Mei 2026 - 14:49 WIB

Momen Kiai Cabul Tiarap Sambil Diborgol Kabel Ties Polisi, Akhir Pelarian Tersangka Pencabulan Santri Ponpes Pati

7 Mei 2026 - 19:39 WIB

Bahas Raperda Keamanan Masyarakat, Kartiyono: Libatan Masyarakat Sebanyak-banyaknya

7 Mei 2026 - 19:07 WIB

Tim Buser Polres Pati Meringkus Ashari saat Sedang Naik Motor di Wonogiri

7 Mei 2026 - 15:08 WIB

16 Orang Tewas Terbakar, Akibat Bus ALS Bertabrakan dengan Truk Tanki di Musi Rawas

6 Mei 2026 - 20:51 WIB

Barbuk 3,2 Kg Sabu dari Polres Sampang, setelah Diperiksa di Kejaksaan Ternyata tak Mengandung Narkotika

6 Mei 2026 - 19:59 WIB

Trending di Headline