Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Masuk Hari Ketiga Tim Recue Surabaya Jibaku Temukan Balita Wiyung yang Terseret Arus Selokan

badge-check


					Tumpukkan tanaman enceng gondok di sungai menyebabkan tim Recue Surabaya mengalami kesulitan  balita EZ, 3,5, yang terseret arus seloka di Wiyung. Pencarian saat ini memasuki hari ketiga. Instagram@infokomando_official Perbesar

Tumpukkan tanaman enceng gondok di sungai menyebabkan tim Recue Surabaya mengalami kesulitan balita EZ, 3,5, yang terseret arus seloka di Wiyung. Pencarian saat ini memasuki hari ketiga. Instagram@infokomando_official

Penulis: Syaifuddin | Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM –  Pencarian balita EZ, 3,5, yang hanyut saat hujan deras di Babatan, Wiyung, kota Surabaya, masih berlanjut hingga hari ketiga, Kamis, 26 Desember 2024.

Saat dimintai keterangan, Kompol Slamet Agus Santoso Kapolsek Wiyung mengatakan, proses pencarian masih terus dilakukan, menyusuri sepanjang kali Makmur hingga ke jembatan kali Keramat Wiyung.

“Hingga hari ketiga ini, kami sudah melakukan penyisiran sepanjang kurang lebih tujuh kilometer. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda penemuan,” terangnya, Kamis, 26 Desember 2024, seperti diwartakan instagram@infokomando_official.

Agus menerangkan, dalam lanjutan pencarian balita hanyut itu menyertakan tim gabungan dari Polsek Wiyung, Vadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Komando Rayon Militer (Koramil), hingga camat.

“Kegiatan hari ini, kami terus melakukan penyisiran di sepanjang sungai. Penyelaman juga dilakukan di titik yang notabene punya arus tidak terlalu deras. Tapi belum juga ditemukan,” ungkap Kapolsek Wiyung.

Agus menjelaskan, dalam pencarian balita hanyut ini kendala yang dihadapi oleh tim gabungan adalah ada hamparan eceng gondok sepanjang 700 meter.

“Kendalanya, dari pos di Perumahan Pratama sampai mendekati Jembatan SMP Negeri 34 yang mengarah ke Balas Klumprik, di situ ada penyumbatan eceng gondok sekitar 700 meter yang sangat tebal. Bahkan kalau orang dewasa berdiri di atasnya, tidak akan ambles,” jelas Agus.

Saat ini tim yang bertugas dalam pencarian itu telah mendapat bantuan ekskavator untuk mengangkat enceng gondok itu. Namun. Agus berharap agar jumlah ekskavator ditambah lagi.

“Semoga ada tambahan ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan eceng gondok. Karena itu tebal sekali. Kalau hanya satu takut kelamaan. Barangkali balita itu sudah bisa terapung dan masih tersangkut di sana,” katanya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Darkweb Pecahkan Surat dari Iblis yang Ditulis Biarawati Abad ke-17

18 Maret 2026 - 21:05 WIB

Daftar Tokoh Iran yang Dikaitkan dengan Hadiah 10 Juta Dolar

14 Maret 2026 - 20:59 WIB

China Sukses Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia

2 Maret 2026 - 16:04 WIB

Gubernur Korea Selatan Dikecam Usai Usul Impor Perawan Vietnam

9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Dibawa ke Markas DEA, Maduro: Good Night, Happy New Year!

4 Januari 2026 - 12:38 WIB

Tujuh Ledakan Besar di Caracas, Venezuela Tuduh Serangan AS

3 Januari 2026 - 16:13 WIB

Ukraina Bantah Menyerang Rusia Menggunakan 91 Drone

31 Desember 2025 - 15:09 WIB

Ramalan Keberuntungan 2026 sesuai Weton Jawa menurut Primbon

27 Desember 2025 - 17:38 WIB

Pengakuan MUA Dea Lipa Sejak Kecil Jadi Korban Bully, Nama Asli Deni Apriadi Penyandang Disabilitas

17 Desember 2025 - 11:18 WIB

Trending di Uncategorized